HaNaCaRaKa
Huruf Jawa atau sering disebut hanacaraka (diambil dari 5 huruf pertama) adalah tulisan yang dikenal oleh masyarakat jawa kuno. huruf ini konon berasal dari india utara, jadi pantas saja kalo mirip-mirip dengan tulisan india. Huruf hanacaraka terdiri dari 20 huruf yang sering disebut sebagai “aksara legana” atau dalam bahasa indonesia disebut huruf telanjang (aksara = huruf, legana = telanjang) huruf huruf tersebut adalah

Menariknya huruf ini dalam urutan standart-nya jika diucapkan sebenarnya mengandung arti, pengucapannya begini
hana, caraka
data, sawala
padha jayanya maga bathanga.
yang artinya: “Ada pengikut (prajurit) yang bertentangan (berbeda pendapat) sama saktinya keduanya mati”. Ada semacam legenda yang menceritakan kisah dari Versi panjang dari cerita ini adalah
Pada jaman dahulu ada seorang raja yang mempunyai 2 orang pengikut setia, kedua-duanya adalah pengawal yang sangat sakti. karne gejolak didalam kerajaan nya, suatu hari sang raja memanggil salah satu pengawalnya dan menitipkan sebuah keris kepadanya dan berpesan “Pergilah bawalah keris ini, dan jangan berikan kepada siapapun selain aku”, setelah itu pergilah pengawal yang setia itu. beberapa tahun kemudaian sang raja memanggil pengawalnya yang lain dia memerintahkan untuk mengambil keris tesebut. Maka berangkatlah si pengawal tadi dan bertemu dengan temannya, ketika dia meminta keris tersebut temannya teringat akan pesan sang raja, bahwa siapapun yang mengambil keris tersebut selain dirinya tidak boleh. Maka keduanya ribut mempertahankan pendapat, dan kesetiaan mereka terhadap tugas yang diembannya, maka terjadilah pertarungan diantara keduanya, dan kerena kesaktian mereka yang seimbang, mereka saling bunuh dan kedua duanya mati. Kemudian sang raja menyesali ke keliruannya dan dia mengucapkan “hana(ana) caraka, data sawala padha jayanya maga bathanga”
Kembali ke aksara jawa, selain aksara legana terdapat beberapa huruf lain yang disebut “sandangan” dalam bahasa indonesia berarti Pakaian. Huruf sandangan ini membuat huruf dasar tadi lebih bervariasi, dalam bahasa indonesia bisa disamakan dengan konsonan.

Contoh (lihat table)
jika diberi wulu maka akan berubah menjadi : hi ni ci ri ki
Selain itu juga terdapat bermacam macam jenis huruf lain (Seperti angka, tanda baca, dll) yang membuat huruf hanacaraka dapat dipakai sebagai sarana penulisan dijaman dahulu. Oh ya aksara jawa juga dipakai di Bali, kayanya harus disebut aksara Bali, karena sepertinya sedikit berbeda dengan cara penulisannya.
Semoga artikel ini (walaupun tidak lengkap membahas) bisa menambah pengetahuan teman-teman :D. Terimakasih…





31 comments
Nyumbang versi lain dari ceritanya ya
Terus setahuku, caraka itu artinya utusan, bukan pengikut. Jadi “hana caraka” mungkin lebih tepat diartikan “ada utusan”, karena kedua orang tersebut memang diutus untuk mengemban sebuah amanat.
Yup.. tentang Aji Saka yach.. kayanya itu lebih tepat hahahaha… sempet liat versi ketoprak (semacam drama) nya. cuma detail ceritanya gak inget. kayanya versi mu lebih bener.
Caraka = Utusan –> Setuju..!!
sing ngartos…
tapi emang mirip sih ama aksara bali, walaupun bahasa bali gw dulu selalu dapet dibawah 8 (hiks hiks), tapi rada2 inget dikit :p ejaannya ada beberapa yg beda.
kalian berguru dimana ya bisa tau begituan?
lengkap dengan image lagi (^_^) salut buat okta untuk keseriusannya berbagi!
hallo mas, aku pingin di kirimi abjad jawa lengkap dengan sandangan/pasangan, huruf murdha dan cara menulis dan membacanya
oke mas terimakasih atas perhatiannya
aku tunggu balasanya
take care
aku gak punya referensi yang lengkap. aku kirim seadanya yach..
via Japri aja. aku send ke alamat mailmu.
selamt mas, sampeyan sampbun nguri-2 kabudayaan jawi.s kulo remen
matur nuwun…
baru tahu kalau ceritanya seperti itu.kalau hanacaraka dibalik bacanya apa misteri dibalik itu boss?
kalo dibalik yach? wahh… blom tau tuh..
thanks for sharing, aku sendiri ngga begitu paham hanacaraka itu, aku copy paste ah artikelnya…
silahkan….
Sahabat-sahabat, terima kasih info mengenai arti “caraka”-nya ya! Alhamdulilah, akhirnya ketemu juga. Thanks
sama-sama
itu hrus d percaya tentang ha na ca ra ka
Sorry, gue boleh minta tolong, tuliskan nama gue “Waldy” dan “Alfi” dalam tulisan Jawa Kuno … soalnya, gue neh orang Aceh yg pengen tau nama gue and nama temen gue kalo dalam tulisan Jawa kuno …
Thanx before
di huruf jawa apa ada makna magisnya?
kata orang kalau dibalik ” Ngo to bo gomo, …….” bisa menjadi mantra dan atau obat. bener ga?
Wadduhhh…
yang itu saya nda tau..
ilmunya blom nyampe hehehehe
boss ada translate basa jawa ga..?thanx
menurt Mbah saya kalau ha na ca ra ka… di balik memang ada suatu kekauatannya, harus ada ritual puasa 3 hari (kurang tahu, ngebleng, pati geni atau ngrowol…) kmd di hari terakhir mengucapkan ha n ca ra ka dengan di balik sembari menunggu dan menghadap matahari terbit…infonya hanya sejauh itu saja. lainnya saya tidak tahu. nuwun.
Anda2 bener semua bukankah Bali dulu asalnya dari Majapahit juga , yang konon lari ke pulau Bali karena nggak mau menerima Islam saat itu jadi logis kan Bali Jawa sama saja..dalam relief di candi Penataran rumah2 dan kebiasaan yang di gambarkan mirip sekali dengan keadaan di Bali saat ini (yang masih asli. bukan Bali modern) Sunda Jawa juga sama saja…kita ini memang satu.
huruf kejayaan kita tempo dulu yang menunjukan bahwa di tanah Jawa ada budaya yang adiluhung. Dan sekarang tidak pernah dibanggakan (dituliskan) seperti dinegara-negara tetangga kita masih kita lihat untuk menulis di papan nama kantor, jalan dll. Mari kita bangga dengan masa lalu…..
kalo menurut pendapat ku… Ha Na Ca Ra Ka (ada (2) utusan) .. Da Ta Sa Wa La (saling berselisih paham/gelut/brantem) Pa Da Ja Ya Nya (sama sama kuatnya) Ma Ga Ba Tha Nga (sama sama sirna/mati/jadi bangkai) Keteranga tambahan : CARAKA=utusan SAWALA=Berselisih PADAJAYANYA=sama2 kuat BATHANGA=Bangkai…. hatur nuhun.. mudah2an nambah ilmunya
hehehe bagus cemua ^^
“honocoroko…kuwi jare ono utusan,
“dotosowoLo… utusane podho kerengan.
“podhojoyonyo… podho kuat lan digdayane.
“mogobothongo… podho mati lan dadi bathange.
Mengandung pesan bhw manusia memiliki “dualisme” dlm mengemban tugas sbg utusan:
1.daya naLar/logika (ragawi),
2.daya spirituaL (bathin).
Keduanya selalu konflik dlm menyikapi hidup yg benar-baik-mulia.
Keduanya sama2 memiliki alasan yg kuat, antara kebutuhan (yg berkembang menjadi keinginan-kepuasan) ragawi dan jalan kebenaran-keselamatan.
Keduanya akan selesai pd waktunya ketika suksma (nyawa) pisah dr raga (bangkai).
Ajisaka (Aji: pengetahuan utama.
Saka: tiang/penyangga). bermakna; manusia perlu ngelmu (berpengetahuan) dan lelaku (keUtamaan-keberadaban) utk bekal perjalanan selanjutnya pasca suksma pisah raga.
Ngelmu dan Lelaku dimaksudkan utk mengetahui-merasakan sendiri (bukan dr KATANYA orang lain ataupun dongeng dr kitab2 yg dianggap suci) utk menyadari;
-kesadaran spirituaL.
-kesadaran alam semesta.
-kesadaran keberadaban sesama makhluk.
Salam Kasih PersaudaraaN.
* * * * *
Adakah manfaat / kasiat huruf jawa
Seandainya masih banyak manusia Indonesia atau masyarakat Jawa umumnya mau melestarikan dan menyebarkan cara pandang dan etika masyarakat jawa yang sangat tinggi dan dapat mengamalkankannya dalam kehidupan sehari-hari dan tidak hanya menerima ilmu dan teknology modern saja. maka saya yakin kalau bangsa ini akan menjadi bangsa yang besar. Selain itu pelajari dan simpanlah semua kebudayaan dari setiap daerah dengan melakukan estafet kepada generasi muda. Yang penting setiap daerah harus bangga dengan adat istiadat termasuk bangunan traditionalnya jangan hanya membuat bangunan-bangun beton yang akhirnya tidak dapat lagi dibedakan antara bangunan dari Jawa, Bangunan Madura, bangunan dari Bali dan yang lebih cilaka kalau sampai semua kebudayaan yang adanya nantinya lebih dikenal sebagai milik Malaysia.
hanacaraka menurut orang jawa adalah dino jangkep
@nory

thanks
@tegoehkusuma
wah.. dalam sekali.. ini bener2 baru tahu.
terimakasih terimakasih buat pencerahannya
@S surya
waduh yang itu gak tau
mungkin ada temen lain yang tahu?
bisa info??
@kgo
amin.. moga masih banyak yang mau belajar kebudayaan kita
@metaljoni
dino jangkep iku opo yo?
Thanks banget Bro Octa atas infonya
baru tau saya ada artinya ^^
sama sama bro..
di bagian komen banyak rekan rekan yang menambahkan.
matur sembah nuwun kanthi sanget, mugi Gusti Kang Moho Asih tansah paring rahayu wilujeng kagem panjenengan ugi kito sedoyo ingkang tansah nguri uri budoyo jawi….. amin…
Leave a Comment