Posts from — July 2007

Lifestyle, sudah sesuaikah?

July 31, 2007 2 Comments

LifeStyle
Beberapa saat yang lalu aku dan dona membicarakan tentang kehidupan rumah tangga kami, apa yang seharusnya dilakukan dan apa yang tidak seharusnya dilakukan, dan apa yang belum saatnya dilakukan, ujung dari pembicaraan kami adalah LIFESTYLE atau bahasa kerennya GAYA HIDUP.

Dari Gaya Hidup itu akan berimbas pada banyak hal, yang tentunya berujung pada UUD atau Ujung Ujung nya Duit, yup lifestyle sangat berkaitan erat dengan uang (karena hidup selalu membutuhkan uang :D ). Disini aku tidak memvonis bahwa Lifestyle selalu mengeluarkan banyak uang, hidup sederhana juga merupakan sebuah LifeStyle, sebuah gaya hidup, tapi gaya hidup apapunya yang diambil selalu berimbas pada perhitungan finansial.

Teramat sering kita mengikuti gaya hidup yang tidak sesuai dengan pendapatan kita, dari kebiasaan makan, kebiasaan beraktifitas, kebiasaan mencari hiburan, kebiasaan berbelanja dan banyak hal lainnya. Saat ini yang harus dilakukan adalah menanyakan kembali “Apakah gaya hidup itu sudah sesuai dengan aku saat ini?” jika jawabnya belum, maka ubah lah..

Berdasarkan laporan keuangan kita bulan lalu, mari bersama ambil secari kertas kemudian tulis :
- Berapa Pendapatan kita ?
dari pendapatan tersebut berapa digunakan untuk
- Kehidupan sehari hari ?
- Tabungan Insidental ?
- Investasi ?
- Tabungan Masa Depan ?
- Tabungan untuk pendidikan anak ? (bagi yang sudah berumah tangga)

dari beberapa artikel yang aku baca, jika pengeluaran untuk kehidupan sehari hari lebih dari 30%, suatu saat nanti anda akan berada dalam masalah. Jangan berfikir “Gak apa sekarang masih muda, ntar kalo dah nikah atau dah punya anak ya harus bisa.. ” atau malah yang lebih ekstrim “Bodo, uang bonyok ini, emang gua pikirin!”, karena gaya hidup itu susah diubah, gaya hidup adalah sebuah kebiasaan, jadi mulai sekarang biasakanlah.

Untuk mengubah hal tersebut memang tidak mudah, sangat susah!, apalagi kita yang sudah terbiasa dengan gaya hidup yang ada sekarang ini, orang cenderung “makan” gengsi. Jadi buang semua gengsi, pikirkan masa depan, hari masih panjang. Bukan berarti kita tidak boleh mengikuti lifestyle tertentu, tapi mungkin bukan sekarang, mungkin nanti saat perhitungan-perhitungan finacial kita sudah mencukupi. Jadi tunda dulu, suatu jenjang gaya hidup cepat atau lambat kita pasti akan melaluinya, itu suatu hal yang wajar. Yang tidak wajar adalah kita memaksa untuk hidup di jenjang itu.

Jadi sudah sesuaikah Gaya Hidup anda saat ini?

 

Bakar Sampah Kebiasaan atau ?

July 27, 2007 2 Comments

Forest Fire

Membakar sampah sepertinya menjadi hal yang umum bahkan menjadi semacam budaya di beberapa tempat, bisanya aktifitas dilakukan di sore hari, gambaran yang ada persis seperti film-film horor jaman dahulu dimana situasi sore hari mejelang malam (ketika hantu akan muncul), dan ditanah lapang terdapat asap megepul dari sampah yang dibakar.
Kebiasaan itu ternyata tidak hanya dilakukan di pedesaan, tetapi juga dikota metropolitan macam Jakarta. Jika aktiftas itu dilakukan di pedesaan, mungkin kita akan berfikir bahwa kebiasaan itu terjadi karena kurangnya fasilitas pengangkutan sampah, tetapi di Jakarta? Apakah masih masuk akal?

Mungkin jawaban yang masih masuk akal dari pertanyaan tadi adalah “membakar sampah adalah kebiasan yang biasa dilakukan waktu di desa, jadi setelah ke kota gak melakukan itu rasanya gak enak”. Mungkin banyak diantara kita yang tidak kuat mencium bau asap, apalagi asap dari plastik yang baunya begitu menusuk dah pekat, atau asap dari jerami dan sejenis nya yang membuat baju menjadi bau dan mata menjadi pedih. Entah kenapa orang-orang yang membakar tersebut mempunyai kekebalan alami terhadap bau-bauan tersebut, buktinya mereka cuek-cuek aja, padahal mungkin tetangga atau penguna jalan disekitarnya sudah ampun-ampunan saking gak tahannya.

Masuk akal kan kalau Indonesia disebut-sebut sebagai peng-Import peng-Export asap terbesar di Asia (mungkin juga di dunia), tanya saja pada negara tetangga kita Malay dan Singapore bagaimana rasanya tersiksa oleh asap tetangga akibat kebakaran hutan. Mungkin efek dari pembakaran sampah tidak sedasyat kebakaran hutan, tetapi alangkah baiknya jika budaya membakar sampah sudah saat nya dihentikan.

Mari belajar untuk mencintai paru-paru mu, paru-paru ku dan paru-paru anak cucu kita. :D

 

Sebuah Perjuangan

Kemaren, aku membaca sebuah berita di kompas, tentang sebuah band pendatang baru namanya Kangen Band, mungkin beberapa rekan pernah mendengar lagu yang berjudul Tentang aku, kau dan dia belakangan ini sering diputar dikantor ku (gak pernah dengerin radio jadi gak tau masih sering diputer atau gak.. :D ) lagunya semi pop melayu gitu.. pertama kali denger kaya orang gak niat nyanyi tapi lama kelamaan enak juga hahahaha…
lyric nya begini :

Kangen band

selayaknya engkau tahu betapa ku mencintaimu
kau terangkanku dari mimpi burukku
selayaknya kau mengerti betapa engkau ku kagumi
kau telah tinggal di dalam palung hatibetapa hancur hatiku melihat engkau bersamanya
namun ku mencoba tuk tegar menghadapinya
jangan kau menangis lagi tak sanggup aku melihatnya
sekarang kau pilih diriku atau dirinya

reff:
kau tuliskan cerita tentang engkau dan dia
yg membuat hatiku semakin terluka
sudah usai sudah cerita engkau dan aku
ku anggap sebagai bingkisan kalbu

ku tulis cerita tentang aku dan dia
sehingga membuatmu terluka
sudah usai sudah, jangan menangis lagi
kurasa sampailah di sini

Oh ya artikel itu menceritakan bagaimana perjuangan mereka merintis band. Sebuah perjuangan yang patut diacungi jempol terlepas dari berkualitas atau tidak nya sebuah band (baca: David ‘Naif’: ‘Kangen Band’ Please Deh!)

Sebuah perjuangan hidup yang patut dijadikan contoh, sebuah usaha dari keinginan untuk maju, sebuah mimpi yang tidak hanya menjadi mimpi tapi berusaha bangun dari tidur dan mewujudkan mimpi tersebut.

Apakah kita juga punya mimpi?
kalo jawabnya Ya, maka bangun dan raihlah..
Mimpi tidak akan tewujud jika kita terus tidur dan bermimpi.

[Read more →]

 

‘Arry Potter

July 20, 2007 No Comments

Harry Potter 7 US Cover

Demam Harry Potter kembali mewabah, film Harry Potter terbaru berjudul Harry Potter and the Order Of the Phoenix (Dari buku ke 5 Harry Potter) tayang di bioskop2 di Jakarta, Buku Harry Potter seri terakhir akan diluncurkan besok 21 Juni 2007, Fans Harry Potter diseluruh dunia agaknya sudah tidak sabar lagi menantikan seri terakhir dari Herry Potter. Buku ke 7 dari seri Harry Potter ini berjudul “Harry Potter and the Deathly Hallows” mengundang sejumlah pertanyaan Apakah Harry atau Voldemort yang akan mati?

Harry Potter 7 UK CoverAgaknya pertanyaan tersebut akan terjawab esok, sedangkan yang tidak suka membaca Harry Potter dalam bahasa inggris (hiks.. aku juga, sebenarnya bukan tidak suka tapi tidak bisa baca :D ), harus menantikan sampai Gramedia menerbitkan versi Bahasa Indonesiannya. Itu berarti 1-2 bulan penantian lagi, sementara kisah berakhirnya sudah beredar di sekitar kita hiks.. menyedihkan.

Cerita yang demikian fenomenal ini telah mencatatkan rekor yang luar biasa, Buku ke 6 Harry Potter telah terjual 325 Juta copy dan diterjemah kan ke dalam 64 bahasa. Pengarangnya JK Rowling kini menjadi wanita terkaya di Inggris, dan menerima berbagai penghargaan, dia juga menjadi orang pertama yang menjadi milyader dari menulis, suatu hal yang sangat luar biasa.

Jadi apakah seri terakhir dari buku ini se-fenomenal seri2 sebelumnya? Kita tunggu saja..

 

The Wedding

You by my side, thats how I see us
I close my eyes, and I can see us
Were on our way to say I do
My secret dreams have all come true

Jam 2.30 dini hari aku terbangun oleh suara alarm hp, mengeliat ngantuk setelah 2 jam sebelumnya baru terlelap tidur, hari itu 8 Juli 2007, it’s My Wedding day so.. wake up!!. Seketika hilang rasa kantuk ketika guyuran air dingin menyiram tubuhku, digantikan debaran halus (dan sedikit limbung) ternyata aku dag dig dug juga :D .

Pagi itu Aku, dona, 2 mama dan my sis berangkat ke SIGA, rencana make up jam 3.30, dan kami sampai di SIGA on time, langsung saja para wanita dipersilahkan duduk didepan cermin, dan tangan2 mulai mengkerubuti.. :D . Disana sudah ada 1 pengantin yang sudah selesai rias.. waakksss! it’s 3.30! make up jam berapa?! ck.. ck.. ck.. Hari itu ada 12 pengantin yang harus make up. Benar-Benar luar biasa… para mama selesai 1 jam kemudian, dan sudah ada pengantin ke 3 dan ke 4 yang sudah mulai make up.

Setelah semuanya selesai, kami meninggalkan SIGA dengan ucapan selamat dari rekan2 di SIGA, jepret.. jepret.. mobil pun jalan.. Rencana nya kami langsung ke Gereja, tapi ternyata masih terlalu pagi, so.. rencana berubah, kami mampir ke Rasamala terlebih dahulu, dan sempat berfoto, dan membuat sedikit “adegan” untuk liputan video kami :D . Pukul 09.40 kami berangkat ke Gereja

I see the church, I see the people
Your folks and mine happy and smiling
And I can hear sweet voices singing, Ave Maria

Jam 10.30 teng, kami berdua turun dari mobil, ritual pemberkatan pernikahan pun dimulai, penyerahan putra-putri oleh orang tua yang tergangu bunyi alarm hp yang entah kenapa tetap bunyi walopun hp sudah dimatikan (hiks… ), pemercikan air suci. Tiba saat nya ketika kami berdua berjalan menuju altar, benar2 saat yang mengharukan, ketika tatapan haru, anggukan dan senyuman dari saudara, rekan dan sahabat mengiringi perjalanan kami, aku meremas tangan dona menahan haru yang tiba2 saja datang.

Sebuah kebahagian bagi kami, saat melihat teman-teman, sahabat dan orang-orang terdekat kami memberi dukungan dan turut menjadi saksi sebuah awal dari perjalanan panjang, perjalanan menuju ke altar menjadi sebuah perjalan penuh kenangan, sebuah perasaan yang begitu berbunga, perasaan dengan kegembiraan dan keharuan yang meluap.

Oh my love, my love this can really be
That someday you’ll walk down the aisle with me
Let it be, make it be that I’m the one for you
I’ll be yours, all yours, now and forever

Pembacaan janji pernikahan, membuat aku menangis haru, dengan tersendat aku membaca sumpah dan janji penikahan, sungguh saat yang begitu mengharukan, tangan ku diremas dona ketika aku mengucapkan kata demi kata untuk setia dalam keadaan susah dan senang, setiap kata dengan segala kesungguhan.

Saat acara sungkeman kembali kami berdua menangis (mama papa juga, entah apakah ada rekan2 yang ikut menagis haru bersama kami), aku cuma bisa mengatakan “Terimakasih mam.., Terimakasih Pa..” kata-kata yang lain sudah tidak bisa terucap lagi.. cuma sentuhan dan pelukan yang mewakilinya. We love you dad, mam..

I see us now, your hand in my hand
This is the hour, this is the moment
And I can hear sweet voices singing, Ave Maria
Ave Maria, Ave Maria, Ave Maria

lyric : The Wedding