Sebuah Perjuangan

July 23, 2007

Kemaren, aku membaca sebuah berita di kompas, tentang sebuah band pendatang baru namanya Kangen Band, mungkin beberapa rekan pernah mendengar lagu yang berjudul Tentang aku, kau dan dia belakangan ini sering diputar dikantor ku (gak pernah dengerin radio jadi gak tau masih sering diputer atau gak.. :D ) lagunya semi pop melayu gitu.. pertama kali denger kaya orang gak niat nyanyi tapi lama kelamaan enak juga hahahaha…
lyric nya begini :

Kangen band

selayaknya engkau tahu betapa ku mencintaimu
kau terangkanku dari mimpi burukku
selayaknya kau mengerti betapa engkau ku kagumi
kau telah tinggal di dalam palung hatibetapa hancur hatiku melihat engkau bersamanya
namun ku mencoba tuk tegar menghadapinya
jangan kau menangis lagi tak sanggup aku melihatnya
sekarang kau pilih diriku atau dirinya

reff:
kau tuliskan cerita tentang engkau dan dia
yg membuat hatiku semakin terluka
sudah usai sudah cerita engkau dan aku
ku anggap sebagai bingkisan kalbu

ku tulis cerita tentang aku dan dia
sehingga membuatmu terluka
sudah usai sudah, jangan menangis lagi
kurasa sampailah di sini

Oh ya artikel itu menceritakan bagaimana perjuangan mereka merintis band. Sebuah perjuangan yang patut diacungi jempol terlepas dari berkualitas atau tidak nya sebuah band (baca: David ‘Naif’: ‘Kangen Band’ Please Deh!)

Sebuah perjuangan hidup yang patut dijadikan contoh, sebuah usaha dari keinginan untuk maju, sebuah mimpi yang tidak hanya menjadi mimpi tapi berusaha bangun dari tidur dan mewujudkan mimpi tersebut.

Apakah kita juga punya mimpi?
kalo jawabnya Ya, maka bangun dan raihlah..
Mimpi tidak akan tewujud jika kita terus tidur dan bermimpi.

Kangen Suara Jelata
Frans Sartono
www.Kompas.com

Suatu siang di Kantor Warner Music, Jakarta, enam awak band melahap nasi bungkus sambil duduk lesehan di lantai atau duduk bersila di sofa. Mereka adalah personel Kangen Band, kelompok dari Kecamatan Kedaton, Bandar Lampung, yang belakangan naik daun.

“Pacarku cintailah aku/ Seperti aku cinta kamu/ Tapi kamu kok selingkuh.”

Itu penggalan lirik lagu Selingkuh dari Kangen Band, yang menurut seorang produser terkesan agak “kampungan”. Akan tetapi, justru nuansa kampungan itulah yang menjadikan perusahaan rekaman Warner mengambil Kangen Band.

Band bentukan 4 Juli 2005 itu kini tengah mencicipi ujung dari sebuah popularitas. Album pertama Aku, Kau & Dia yang dirilis Warner Music Indonesia (WMI) pada Februari 2007 terjual sekitar 300.000 keping. Ini termasuk angka cukup tinggi mengingat artis terkenal pun saat ini cukup sulit untuk meraih angka penjualan 50.000 kopi.

Jadwal konser keliling mereka padat. Bulan Juni lalu mereka tur ke belasan kota di Jawa Tengah, seperti Cilacap, Klaten, Jember, Tuban, Sidorajo, sampai Banyuwangi, dan Kalimantan. Di Sampit, Kalimantan, mereka tampil di hadapan sekitar 19.000 penonton. Kangen bahkan akan tampil pada konser akbar Soundrenalin 2007. Mereka kebagian tampil di Palembang (22 Juli) dan Surabaya (5 Agustus).

Kangen tengah mencicipi rezeki. Meski relatif “kecil” dibandingkan dengan perolehan band penghasil album sampai di atas satu juta kopi, awak Kangen sudah sangat bersyukur. Dodhy, sang gitaris, vokalis, dan penggubah lagu, bisa membeli sepeda motor, pesawat televisi, dan meja-kursi, serta membantu ayahnya yang bekerja sebagai penarik becak.

“Aku sudah meminta bapak untuk berhenti narik becak, tapi enggak mau. Katanya, baik untuk jantung,” kata Dodhy Hardiyanto (23) tentang ayahnya yang bernama Paijo.

Setakat, itulah pengalaman paling dramatik dalam perjalanan hidup Kangen sebagai band. Kangen berawak Dodhy pada gitar dan vokal, Andika (vokal), Thama (gitar 2), Bebe (bas), Iim (drum), dan Izzy (keyboards). Mereka sama sekali tak menyangka akan diambil oleh Warner, perusahaan rekaman besar yang juga menaungi Jikustik sampai Maliq & D’Essential. Warner sebagai bagian dari perusahaan rekaman raksasa Warner Group juga mengedarkan album dari sederet nama terkenal, mulai Phil Collins, MUSE, My Chemical Romance, sampai Linkin Park.

“Ketika tiba di Jakarta, kami ketemu Pak Jusak (Produser WMI). Kami diajak makan. Meja makannya gede banget. Kami kaget saat diajak melihat studio rekaman. Kami peluk-pelukan dan menangis,” kenang Dodhy saat berkunjung ke WMI, Agustus 2006.

Jelata

Mereka lahir dari realitas kehidupan rakyat jelata, bukan produk reality show. Dodhy pernah menjadi kuli bangunan. Bebe yang bernama lengkap Novri Azwat (18) membantu orangtua jualan nasi uduk di depan Rumah Sakit Abdul Muluk, Bandar Lampung. Rustam Wijaya (22) alias Tama adalah penjual sandal jepit. Iim bekerja di bengkel motor, sedangkan Andika (23), sang vokalis, adalah penjual cendol keliling.

“Makanya suara keras karena biasa teriak-teriak jualan cendol,” seloroh rekannya.

Dodhy dan kawan-kawan biasa nongkrong menghibur diri sambil nyanyi di jembatan di Jalan Dr Sutomo. Sesekali, mereka berpatungan agar bisa berlatih band di studio rental. Mereka sering harus menjaminkan sepeda motor sebagai jaminan kekurangan biaya sewa studio.

Pada Juli 2005 Kangen membuat CD demo dan mengirimnya ke stasiun radio di Bandar Lampung. Mereka mengirim demo lagu Penantian yang Tertunda dan kemudian Tentang Aku, Kau & Dia. Karena jarang diputar, awak Kangen sengaja menelepon ke radio tersebut dengan berpura-pura sebagai pendengar yang meminta lagu itu untuk diperdengarkan.

Belakangan Tentang Aku, Kau & Dia sering diputar oleh radio tersebut. Sekitar empat minggu kemudian Dodhy mendengar lagu Kangen diputar oleh penjual CD di kaki lima di Pasar Tengah, Tanjung Karang.

“Waktu itu kami seneng banget denger lagu kami dibajak,” kenang Dhody.

Lagu Kangen versi bajakan itu semakin populer pada pertengahan tahun 2006. Di radio, pasar, angkot-angkot di Lampung, sampai sejumlah mal di Jakarta sering memutar lagu Tentang Aku, Kau & Dia versi bajakan. Dari popularitas ala bajakan itu, Kangen banyak mendapat undangan manggung. Mereka pertama kali manggung di Pringsewu, Lampung, dengan honor Rp 800.000.

Popularitas Kangen itu kemudian terendus oleh semacam agen bernama Positif Art Management. Bulan Agutus 2006 Kangen mendapat panggilan untuk tampil di Jakarta. Bermodal uang pinjaman mereka berangkat ke Jakarta.

“Kami ketemu mereka dalam keadaan nganggur. Kami tawari mereka untuk main di Jakarta,” kenang Sujana dari Positif Art Management.

“Kampungan”

Mengapa Kangen Band?

“Kami menyukai mass market (pasar massal) selain juga yang segmented—tersegmentasi. Yang segmented ini juga penting,” kata Jusak Sutiono, Managing Director WMI yang ditemui di Kantor WMI, Jakarta.

Pasar massal dalam dunia dagang adalah kelompok konsumen paling besar untuk produk tertentu. Lebih spesifik lagi pasar massal untuk Kangen Band tersebut adalah kelompok C dan D. Mereka, dari parameter daya beli, adalah kelompok masyarakat menengah ke bawah.

“Mass market, kelas C dan D, kini dilupakan orang,” kata Jusak.

Jusak menengarai, pasar massal cenderung menyukai lagu dengan melodi yang didominasi nada minor serta aransemen sederhana. Di telinga Jusak, Kangen Band menawarkan materi dengaran yang agak berbeda, yaitu adanya sentuhan Melayu dan Mandarin pada beberapa lagu mereka, seperti pada lagu Tentang Bintang atau juga Adakah Jawabnya.

“Dan lirik lagu agak kampungan itu tadi ha-ha-ha….” kata Jusak.

Lirik “kampungan” bisa diartikan sebagai penyampaian dengan kata-kata lugas, tanpa basa-basi atau dirangkai-rangkai agar terkesan indah atau puitis seperti terdengar pada lagu Selingkuh di atas.

 

3 comments

1 Your Avatar   kocu { 07.24.07 at 1:12 am }

wah… seneng banget denger sharing cerita perjuangan yg berhasil. rasanya memberi dorongan untuk slalu semangat. Gw baru tau nih ta ada band ini, padahal gw kan yang orang lampung :-P hehehe. Maklumlah, rada kuper (^_^)

Anyway, salut buat kangen band. Mudah2an mereka bisa terus kreatif dalam berkarya. Tapi intinya, serap semangat perjuangan mereka dari cerita ini, dan aplikasikan dalam kehidupan kita sehari2!!!

2 Your Avatar   Indra Gunawan { 04.22.08 at 10:38 pm }

Sebuah band adalah profesi untuk menjual lagu,bukan menjual tampang atau nilai nilai kehormatan…Salut banget buat Kangen Band kalian sudah membuktikan bahwa kalian pantas menjadi salah satu band papan atas indonesia.

3 Your Avatar   oktaendy { 04.23.08 at 5:11 pm }

@Kocu
lha aku baru comment kocu, wah dah berapa lama tuh maaf.. maaf..

@indra
salut.. memang tidak disangka yach..
hahaha.. yang penting manusia itu mau berusaha :D

Leave a Comment