Lifestyle, sudah sesuaikah?

Beberapa saat yang lalu aku dan dona membicarakan tentang kehidupan rumah tangga kami, apa yang seharusnya dilakukan dan apa yang tidak seharusnya dilakukan, dan apa yang belum saatnya dilakukan, ujung dari pembicaraan kami adalah LIFESTYLE atau bahasa kerennya GAYA HIDUP.
Dari Gaya Hidup itu akan berimbas pada banyak hal, yang tentunya berujung pada UUD atau Ujung Ujung nya Duit, yup lifestyle sangat berkaitan erat dengan uang (karena hidup selalu membutuhkan uang
). Disini aku tidak memvonis bahwa Lifestyle selalu mengeluarkan banyak uang, hidup sederhana juga merupakan sebuah LifeStyle, sebuah gaya hidup, tapi gaya hidup apapunya yang diambil selalu berimbas pada perhitungan finansial.
Teramat sering kita mengikuti gaya hidup yang tidak sesuai dengan pendapatan kita, dari kebiasaan makan, kebiasaan beraktifitas, kebiasaan mencari hiburan, kebiasaan berbelanja dan banyak hal lainnya. Saat ini yang harus dilakukan adalah menanyakan kembali “Apakah gaya hidup itu sudah sesuai dengan aku saat ini?” jika jawabnya belum, maka ubah lah..
Berdasarkan laporan keuangan kita bulan lalu, mari bersama ambil secari kertas kemudian tulis :
- Berapa Pendapatan kita ?
dari pendapatan tersebut berapa digunakan untuk
- Kehidupan sehari hari ?
- Tabungan Insidental ?
- Investasi ?
- Tabungan Masa Depan ?
- Tabungan untuk pendidikan anak ? (bagi yang sudah berumah tangga)
dari beberapa artikel yang aku baca, jika pengeluaran untuk kehidupan sehari hari lebih dari 30%, suatu saat nanti anda akan berada dalam masalah. Jangan berfikir “Gak apa sekarang masih muda, ntar kalo dah nikah atau dah punya anak ya harus bisa.. ” atau malah yang lebih ekstrim “Bodo, uang bonyok ini, emang gua pikirin!”, karena gaya hidup itu susah diubah, gaya hidup adalah sebuah kebiasaan, jadi mulai sekarang biasakanlah.
Untuk mengubah hal tersebut memang tidak mudah, sangat susah!, apalagi kita yang sudah terbiasa dengan gaya hidup yang ada sekarang ini, orang cenderung “makan” gengsi. Jadi buang semua gengsi, pikirkan masa depan, hari masih panjang. Bukan berarti kita tidak boleh mengikuti lifestyle tertentu, tapi mungkin bukan sekarang, mungkin nanti saat perhitungan-perhitungan finacial kita sudah mencukupi. Jadi tunda dulu, suatu jenjang gaya hidup cepat atau lambat kita pasti akan melaluinya, itu suatu hal yang wajar. Yang tidak wajar adalah kita memaksa untuk hidup di jenjang itu.
Jadi sudah sesuaikah Gaya Hidup anda saat ini?




2 comments
Sebelum berbicara lifestyle lebih jauh, sering kita ditanya, apakah penghasilan anda saat ini cukup untuk memenuhi kebutuhan anda saat ini? jawaban kebanyakan adalah “tidak”. Dan apakah jika anda berpenghasilan 10X lipat akan menjamin anda menjawab bahwa penghasilan anda dapat mencukupi kehidupan anda ?
Lifestyle sering kali berjalan mengikuti tingkat pendapatan kita. Dan kesalahan terbesar adalah memikirkan bahwa seluruh penghasilan kita adalah nilai total yang dapat kita belanjakan.!!! Big mistake.
Dengan memikirkan kehidupan kita di hari tua, dan kehidupan kita yang penuh dengan masalah mendadak, misal kita sakit hingga tidak bisa bekerja, atau keluarga terdekat kita sakit hingga kita membutuhkan biaya untuk membantu penyembukannya. Nah, dengan memikirkan seribu satu bahkan lebih kemungkinan dalam kehidupan ini, maka banyak ahli keuangan menyarankan komposisi berikut :
30 % penghasilan untuk investasi, 30% untuk bayar hutang (tms kartu kredit atau dialihkan untuk tabungan darurat / investasi), 20% untuk tabungan darurat dan 20% terakhir untuk kehidupan sehari-hari.
Jadi jika anda memiliki single salary (yaitu cuma dari perusahaan anda sekarang) cobalah hanya melihat 20% saja dari slip gaji anda. dan perjuangkan itu untuk dapat menjadi sumber pembayaran anda untuk kebutuhan 1 bulan, hingga next salary. Dan sesuaikan life style anda dengan hanya 20% penghasilan tersebut, bukan dengan nilai nominal yang tercatat di slip gaji anda. karena nilai itu bisa menyesatkan pola berpikir anda untuk mencapai life style yang tidak seharusnya. Jadi berapakan 20% penghasilan anda ? dan sudah sesuaikan lifestyle anda dengan nilai tersebut ? Selamat berhitung, dan selamat menabung , selamat berinvestasi, demi masa depan yang terjamin, demi anak yang tercukupi dan hidup yang lebih baik. Amin.
Setuju Banget. Sedikit tips tambahan, untuk tabungan gw menggunakan rekening yang terpisah, dan selalu dilakukan di awal bulan (saat baru terima gaji) sesuai komitmen. Kalau mau lebih ekstrim lagi untuk rekening tabungan jangan bikin kartu ATM
Why? Poin-nya sama seperti yg dona bilang, supaya sadar jumlah uang yang bisa digunakan itu ga sesuai sama yg terlihat oleh mata (^_^) Jadi sedikit dibalik, yaitu dengan menyembunyikan nilai tersebut dari mata. Soalnya kalo tau masih ada duit, apalagi ambilnya tinggal culuk ke ATM atau gesek di kasir, hm…
Leave a Comment