Thanks God..
Pikiranku sedang melayang memikirkan rencana nonton hari ini, ketika tiba-tiba saja motor di depan ku mengerem mendadak. Reflex, jari tangan ku menarik handle rem, dan membelokan motor kekanan, deretan motor lain dibelakangku melakukan hal yang sama. Aku masih ada di alam lain ketika ku dengar sumpah serapah motor dibelakangku, memarahi pengemudi yang entah kenapa salah ambil tikungan. Dodol!!
Untung saja, Saraf2 ku merespon lebih dahulu sebelum informasi dari mata diproses oleh otak yang saat itu sedang dipakai untuk memproses data lain, kalo saja terlambat sedikit mungkin akibatnya akan fatal, mengingat kecepatan motor saat itu lumayan tinggi, dan rombongan motor lain yang melaju sama kencang nya. Dan (sekali lagi) untung saja 1 bulan yang lalu rem depan motor ku diganti dari rem kanvas menjadi rem cakram.
Beberapa saat dongkol juga mengingat betapa sangat merugikannya tindakan yang diambil orang tadi, beberapa saat kemudian aku tersenyum memikirkan betapa beruntungnya aku. Thanks God…





3 comments
Sebuah contoh yg baik untuk selalu bersyukur dalam segala situasi. Respon yang susah ditemukan sekarang ini di jalanan. Karena memang jauh lebih mudah untuk merespon dengan emosi sambil menyalahkan orang lain. Padahal, siapa manusia yang tidak pernah berbuat salah?
Well, Thanx God u’re okay.
Tumben… biasanya juga udah ngomel, ngdumel sambil besengutan… biasanya juga aku yang bakal bilang “sudah ta.. sudah”… sambil ngelus-ngelus punggung kamu buat ngigetin… maluuuu banget kalo sampe bertengkar di jalanan, kaya kucing aja bertengkar dijalan sampe jadi tontonan..
@donamelia
Jangan bosen2 ingetin.. biar cepet berubah nya
Leave a Comment