Share donk ah.. !
Aku selalu mengagumi budaya orang barat dalam berbagi, entah mengapa sepertinya mereka begitu “enteng” dalam membagi ilmu. Mereka begitu mudahnya sharing pengalaman dan pengetahuan yang mereka dapat. Semangat menolong dan membantu selalu terlihat dari kata-kata yang terlontar. Lihat saja di milis-milis mereka, lalu bandingkan dengan milis di negeri kita, banyak perbedaan yang mencolok.
Dalam kehidupan keseharian kita, budaya sharing sepertinya sangat kurang dilakukan, banyak dari kita seakan menjaga pengetahuan dan pengalaman bak harta karun yang tak boleh diketahui orang. Kita tidak menjadi lebih bodoh dengan membagi pengetahuan yang kita punya. Lihat saja para pakar yang sharing hasil pemikiran mereka, mereka tidak menjadi bodoh justru banyak sekali ide-ide dan pertanyaan-pertanyaan (pertanyaan bodoh sekalipun) yang memperkaya hasil pemikiran mereka.
Seringkali kita mendengar percakapan yang menunjukan betapa kurangnya kita dalam berbagi, aku pernah mendengar seseorang berkata seperti ini “Ogah banget aku terangin ke dia, aku dulu juga belajar sendiri dari gak tau apa-apa. Enak dianya gak perlu susah-susah tinggal tanya-tanya dari aku aja”. Entah kenapa banyak diantara kita yang “ogah” membagi ilmu karena tidak ingin orang lain menjadi lebih dibandingkan kita, atau takut dia menjadi lebih dipercaya oleh bos dari pada kita. Come on.. grow up man!!
Ada beberapa hal yang mungkin bisa membuka mata dan hati kita untuk mau lebih “berbagi”, menurutku dengan berbagi kita bisa mendapat benefit, antara lain :
1. Lebih Ngerti
Dengan menerangkan orang lain, kita jadi lebih memahami materi yang akan kita sampaikan. Karena dengan adanya kewajiban menerangkan kita terpacu untuk mengerti “lebih”, takut malu-maluin kan jika ditengah-tengan menerangkan kita kebingungan karena lupa atau gak paham konsepnya jadi kita akan mereview dan mereview ulang
2. Menajamkan
Seringkali ditengah-tengah kita menerangkan ada pertanyaan yang menuntut kita berfikir lebih, menganalisa pertanyaan dan menjawab dengan dasar pengetahuan yang kita punya. Menguntungkan bukan? Susah lho kalo menajamkan pengetahuan tapi gak ada lawan dikusinya.
3. Cara yang lebih baik
Ada kalanya yang kita ajarkan mendapat kritikan membangun, kenapa gak begini aja? kenapa harus begitu? bukankah lebih mudah begini. Dan tiba-tiba saja kita menyadari bahwa selama ini kita melakukan cara yang konyol dan ternyata dengan berdiskusi kita menemukan cara yang lebih mudah.
4. Klop..
“Eh.. ternyata begitu yach? aku gak tau konsep yang itu.. dari mana kamu tau? wahhh.. jadi lengkap dech ilmu ku..” Terkadang ada beberapa konsep yang kita gak ketahui, semacam “missing link”, yang tiba-tiba saja menjadi “Klop” saat rekan kita ternyata mengetahuinya.
5. Share Pekerjaan
Di dunia kerja menjadi yang paling ngerti tidaklah sebagus yang kita sangka, pekerjaan akan mengalir dan tersus mengalir ke meja kita, karena YANG LAIN GAK NGERTI cuma KAMU YANG NGERTI. Maka bagilah pengetahuan mu, so.. kita akan lebih punya waktu untk mempelajari hal baru.
6. Punya banyak teman
Yang ini gak usah diragukan lagi, coba kalo kamu sendang kesulitan siapa yang dicari? Yup teman yang gak pelit bagi pengetahuannya.
Aku kira masih banyak alasan lain kenapa kita seharusnya mau berbagi, pertama kali kerja aku ketemu dengan seorang di interview ku, dan itu sangat berkesan hingga saat ini dia berkata “Kalo punya ilmu itu harus dibagi, mau sampai berapa lama kamu jagain ilmu-mu, cepat atau lambat ilmu itu akan ketinggalan jaman juga, dan keluar teknologi lain yang lebih baru”. Sampai saat ini aku ngerasa omongan dia benar (Thanks to GY
), knowladge is free.. so.. Share it!!
image :
www.resourcesystemsconsulting.com
www.udel.edu




4 comments
That’s way okta dan aku sering “diskusi” yang kata orang lain lebih mirip bertengkar hehehe.. pada dasarnya aku dan okta sama-sama tipe analisa, jadi apapun yang okta katakan langsung dianalisa oleh otakku, begitu juga sebaliknya. Dan salah satu keuntungannya, kami jadi lebih teliti menganalisa setiap hal yang ingin kami ucapkan, dan aku pribadi merasa itu termasuk pengembangan pribadi yang positif, karena jadi ga asal ceplos.
Bener kata okta, bahwa dengan melakukan sharing knowledge kita tidak jadi tambah bodo tapi tambah pinter. pertama, orang yang kita jelasin pasti punya pemikiran sendiri, dan kadang bisa membuka celah ketidak tauan kita. kedua, kadang semakin sering menerangkan artinya kita bakal semakin paham atas apa yang kita jelaskan.
So… let’s start from today to share our knowledge. And never think that you’re the clever one (or the senior one). Senior have no relation with clever !!!!
SETUJUUUU!!!
bingung mau komentar apa lagi, soalnya udah di bahas komplit ama okta (^_^) hoohoho…
ya setuju kita sharing sebanyak-banyaknya. Karena dengan sharing ilmu dan pengertian kita terus bertambah dan itu lebih cepat daripada kita belajar sendiri untuk diri sendiri. Sharing ‘knowledege’ itu aku ibaratkan pendekar Shaolin turun gunung. Tak akan teruji hebat seorang pendekar tanpa bertempur di dunia nyata…
@Anang
Seeeppp!! ciaattt…
Leave a Comment