Rasa ingin tahu itu…….

November 18, 2007

Research

Siang tadi aku melewati daerah sunter, biasanya dihari kerja (non sabtu) jalanan di depan danau sunter jarang sekali macet. Siang tadi entah mengapa menjadi macet (baca: padat merayap), lumayan panjang juga walapun tidak macet total, sedikit demi sedikit kendaraan maju juga. Kira-kira hampir mencapai ujung danau sunter aku lihat banyak kendaraan terutama motor diparkir di pinggir jalan dan para pengendaranya bergerombol ditepian danau untuk melihat “sesuatu”. Aku sendiri tidak tahu apa yang terjadi, karena aku pikir menepikan kendaraan dan menyaksikan entah kejadian apa akan membuat antrian kendaraan menjadi semakin panjang, disamping kendaraan yang diparkir dijalan membuat jalanan menjadi sempit, Semakin banyak orang berkumpul membuat bertambahnya rasa keingintahuan pengendara lain untuk melihat atau sekedar memperlambat lajunya untuk melirik apa yang terjadi.

Sepintas aku melihat seorang lelaki menghampiri sepeda motornya seraya tersenyum dan menggeleng-gelengkan kepalanya, entah apa yang dilihat orang itu yang jelas tingkah lakunya itu membuat aku tersenyum, aku teringat sebuah cerita lucu, begini ceritanya :

Seorang dokter di rumah sakit jiwa sedang duduk di ruangan kerjanya, sembari menulis laporan dia menatap jendela didepannya. Tiba-tiba muncullah seorang pasien dengan tampang serius, berjalan bak personil militer, pasien ini berjalan mendekati balkon. Sesampainya disana dia menjulurkan kepalanya ke bawah, tangak-tengok, tak lama kemudian pasien itu berbalik arah tersenyum dan mengeleng-gelengkan kepalanya. Sang dokter berfikir “Ada apa sih??”.

Tak lama kemudian muncul pasien ke-2, dengan rambut klimis, berpakaian bak guru, membawa tas hitam oemar bakrie. Seperti halnya pasien pertama, si guru gadungan ini melakukan hal yang sama, kepalanya terjulur melihat-lihat ke bawah balkon, entah dia melihat ke lantai berapa di bawahnya, asik melihat-lihat tak lama kemudian si guru berbalik arah, tersenyum dan mengeleng-gelengkan kepala. Sang dokter berfikir “Walaah.. ada apa sih??”.

Belum sempat si guru pergi, datanglah pasien ketiga, pasien yang lebih akut yang selalu mengira dirinya lampu, dia juga melakukan hal yang sama melihat-lihat kebawah sembari memamerkan giginya (begitulah dia jika menganggap lampunya menyala), tak lama kemudian dia-pun berbalik arah tersenyum (yang ini yakin tersenyum bukan lampunya menyala, karena si lampu sudah memencet hidung nya) dan menggeleng-gelengkan kepalanya kemudian berlalu.

Sang dokter benar-benar dibuat penasaran, dia bangkit dari tempat duduknya, melangkah ke tepian balkon, menjulurkan kepalanya, melihat kebawah, mencari-cari sesuatu yang jadi perhatian ketiga pasiennya. setelah yakin tidak menemukan apa apa, sang dokter berbalik…. tersenyum… dan menggeleng-gelengkan kepalanya.

(Anda membaca tulisan ini, tersenyum dan menggeleng-geleng)

Aku pernah mendengar sebuah kata bijak, kira kira bunyinya seperti ini

Terlalu banyak tahu itu berbahaya,
tetapi… Terlalu sedikit tahu lebih berbahaya

Jadi jika rasa ingin tahu anda butuh dipuaskan, dan selama itu tidak mengganggu kepentingan orang lain, sebaiknya anda perlu tahu..

image : http://www.telfordpct.nhs.uk

 

 

11 comments

1 Your Avatar   landy { 11.18.07 at 4:42 pm }

“Terlalu banyak tahu itu berbahaya,
tetapi… Terlalu sedikit tahu lebih berbahaya”

Aku suka kata-kata ini

2 Your Avatar   gies { 11.18.07 at 7:10 pm }

iya jd salah bgt klo curiosity kill the cat..hehe

btw, okta ada PR buat Okta, kerjain yaaa :P

3 Your Avatar   oktaendy { 11.18.07 at 8:28 pm }

@landy
salam kenal landy..
thanks sudah berkunjung :)

@gies
Jangan jangan kejadian di danau sunter itu, berkaitan dengan kucing :p
PR apa nich gies?, ada hadiahnya gak? :D

4 Your Avatar   david { 11.19.07 at 8:18 am }

Hahahahaha… Octa,… yang di danau itu pasien ke berapa? u jadi dokternya atau jadi pasiennya? (^.^)

5 Your Avatar   oktaendy { 11.19.07 at 9:22 am }

@david

hahahahaha…. jadi apa nya yach?
yang jelas gak mau jadi pasiennya. dokternya boleh dech! :p
Pid.. ada postingan baru gak?

6 Your Avatar   Chen Hendrawan { 11.19.07 at 9:03 pm }

Jadi apaan yang di bawah kali :| Penasaran nih… :|

7 Your Avatar   oktaendy { 11.19.07 at 10:15 pm }

:D aku juga gak tau ada apa disana. aku kan gak berhenti :p yang jelas sesuatu yang menarik perhatian banyak orang :D

8 Your Avatar   fitri mohan { 11.21.07 at 8:48 am }

pengalaman saya,

kadang-kadang, sesuatu yang terlihat punya magnitude tinggi membuat ekspektasi ikut2an tinggi. nyatanya lebih sering tidak sesuai dengan tingkat “harapan heboh” yang sudah telanjur mampir di benak. akhirnya komentar “halah gitu doang” pun keluar. :D

9 Your Avatar   oktaendy { 11.21.07 at 10:48 am }

:D betul itu..
tapi kenapa tetep aja suka “rubung-rubung” (mengkerubuti walah apa sih bahasa indonesia nya :D) kaya semut setiap kali ada kejadian. Ujung-ujung nya geleng-geleng dan nyengir :D

10 Your Avatar   kocu { 11.21.07 at 9:33 pm }

hehehe… gw kira pas dokter nya ngelihat ke bawah pasien-nya betiga bakal langsung rebutan dorong tuh dokter ke bawah :-P kayanya seru jg kalo endingnya gitu. poinnya jadi berubah begini: makanya jangan selalu mau tau urusan orang… hehehe…

11 Your Avatar   oktaendy { 11.21.07 at 10:26 pm }

:D psyco!
critanya bukan lucu lagi tapi horor..

Leave a Comment