Category — Bla Bla Bla..
Puasa
Ada sebuah analogi menarik dari kegiatan berpuasa:
Berpuasa itu bagaikan metamorfosis dari seekor ulat menjadi seekor kupu-kupu.
Adalah perjalanan dari seekor ulat, menjadi kepompong dan berubah menjadi seekor mahluk mengagumkan.
Seekor ulat dengan sabar menunggu diam dalam pertapaan didalam kepompongnya, dari waktu kewaktu hingga saatnya tiba sang ulat keluar dari pertapaannya dan terbang meninggalkan segala keburukan menjadi sesuatu yang indah, sehingga semua orang memandang takjub.
SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA
– image : fulan.com
Jerawat VS Blog Theme
Saat ini ada 2 hal yang bikin aku BT :
Pertama Jerawat, entah kenapa akhir-akhir ini jerawat muncul di wajah dengan membabi buta. Gedhe-gedhe lagi! Uh! Beberapa minggu yang lalu dipipi kiri, trus temennya nongol dideketnya. Eehh… Gak berapa lama mbah-nya (kakek) nongol di jidat. Cenut.. Cenut..
Kedua Blog Theme, aku berencana meng-update theme untuk blognya dona, dengan theme yang sudah widget enabled. Setelah browsing-browsing akhirnya ketemu juga yang cocok, lalu aku pasang dan terjadilah cenut.. cenut.. yang kedua!!. Widget admin nya error! Gak bisa di drag drop, aku coba buka di IE hasilnya keluar javascript error. Bah! Gak ngerti!
Cari-cari dan browsing ketemu juga solusinya tapi waktu dicoba gak bisa juga tambah cenut-cenut dech! Setelah dicoba berulang-ulang dan tetep gak bisa juga, akhirnya digunakan cara lama fasilitas Widget tidak dipakai, edit sidebar theme pakai sidebar manual.Untuk sementara cukup jerawat yang mengganggu, blog theme pakai cara lama, toh jika dilihat gak kelihatan bedanya. ![]()
Lelaki Tua
Bendera itu kembali dikibarkannya, warna merahnya telah memudar, putihnya tak bisa lagi di sebut putih, lelaki tua itu menatapnya dengan haru, matanya menyiratkan kebanggaan. Tangannya tanpa sadar mengusap bekas luka di paha kanannya, masih terasa ngilunya, ketika dingin hujan mengguyur malam tadi, ngilu yang telah menjadi teman hidupnya sejak sebuah mortir meledak disamping tubuhnya, mengoyak paha kanannya dan menewaskan rekan seperjuangannya.
Matanya berkaca-kaca, perjuangan untuk memerdekakan negara ini telah merenggut banyak nyawa, teman, sahabat, saudara. Terbayang rekan-rekannya yang tak bisa menghirup udara kebebasan, tapi dia yakin diatas sana mereka tersenyum bahagia menyaksikan anak cucu mereka tertawa bebas.
Dipandangi lagi benderanya yang berkibar dengan gagahnya, sesaat raut mukanya menyiratkan kesedihan. Kemudian lelaki tua itu berlalu, dengan terpincang dia berjalan mendekati bangku tua disebelah gubuknya yang reot. Dikeluarkannya sebatang rokok lintingan yang diselipkannya pada tiang penyangga gubuknya, sebentar dinikmati harumnya, dinyalakan, dan dihisapnya penuh kenikmatan.
Tangannya bekerja lincah, memilah botol-botol bekas dan kaleng-kaleng. Dihisapnya lagi rokoknya, matanya melirik tajam memandang kembali bendera pusakanya. Wajahnya berkerut, otaknya berfikir keras, menelaah segala perjuangan hidupnya. Tanpa sadar tangannya kembali memijit pelan bekas lukanya, matanya menerawang jauh terlintas sebuah pemikiran dibenaknya: benarkah diatas sana teman-temannya tersenyum bahagia menyaksikan anak cucu mereka tertawa bebas, ataukah malah menangis menyaksikan begitu banyak orang menderita, ditindas sebagian orang yang mengatas namakan kemerdekaan. Lelaki tua itu terdiam menatap tajam bendera lusuhnya, kemudian dia berkata lirih: “Entahlah.. apa yang mereka rasakan, akan kutanya sendiri saat waktuku tiba”.
1st Anniversary Of IWuvYa!
Hari ini 15 Agustus 2007, tepat 1 tahun, aku dan dona membeli domain iwuvya.com, mungkin masih banyak yang gak tau apa itu iwuvya, karena selama ini aku gak pernah menceritakan makna dibalik kata iwuvya, mungkin diantara teman-teman sudah ada yang bisa menebak-nebak apa itu iwuvya.
Jadi begini ceritanya:
Alkisah pada jaman dahulu kala tinggallah sepasang kekasih yang sedang merencanakan untuk melangsungkan pernikahan, disuatu malam yang dingin mereka membicarakan rencana mereka untuk mempublish Wedding mereka di Internet.
Lalu dibicarakanlah nama domain untuk website mereka, idenya adalah sebuah nama yang unik yang tidak cuma dipakai buat wedding saja tetapi bisa dipakai untuk website keluarga
, serta namanya meaning full. Jadi nama-nama macam oktadona.com, oktadonawedding.com or something like that, sudah dieliminasi terlebih dahulu karena pola tersebut sudah terlalu umum digunakan, dan kayanya narsis banget
, kemudian serentetan ide nama website muncul.
Dari semua list yang ada kami berdua sepakat untuk memakai nama ILoveYou, tetapi ternyata domain tersebut menurut WHOIS sudah dipakai orang, bahkan variannya juga sudah dipakai, seperti ILuvYou,ILuvYa, dan sebagai nya. Waktu itu kami berdua mendadak menjadi ahli mengarang kata yang berarti ILoveYou :D, setelah berulang kali mencoba dah tetap si WHOIS mengatakan Domain yang kami cari sudah ter-register, akhirnya kami teringat a little yellow canary call Tweety, dengan perkataannya yang khas “I tawt I taw a puddy tat… I did! I did!” jika dia mengatakan “i Love You” dia akan mengatakan “I Wuv You”. Yup.. IWuvYa memang berarti I Love You!
Keesokan harinya kami mendaftarkan domain tersebut, dan selama hampir 3 bulan vakum tanpa dimanfaatkan
. Dibulan Desember, timbullah sub domain oktaendy.iwuvya.com dan donamelia.iwuvya.com keduanya adalah alamat blog aku dan dona. Banyak diantara teman teman yang menanyakan iwuvya kuwi opo toh? (iwuvya itu apa sih?). Semoga dengan artikel ini, semua pertanyaan tentang iwuvya terjawab, seandainya belum kami berdua membuka pintu selebar-lebarnya untuk menanyakan hal seputar iwuvya.. ![]()
Bakar Sampah Kebiasaan atau ?

Membakar sampah sepertinya menjadi hal yang umum bahkan menjadi semacam budaya di beberapa tempat, bisanya aktifitas dilakukan di sore hari, gambaran yang ada persis seperti film-film horor jaman dahulu dimana situasi sore hari mejelang malam (ketika hantu akan muncul), dan ditanah lapang terdapat asap megepul dari sampah yang dibakar.
Kebiasaan itu ternyata tidak hanya dilakukan di pedesaan, tetapi juga dikota metropolitan macam Jakarta. Jika aktiftas itu dilakukan di pedesaan, mungkin kita akan berfikir bahwa kebiasaan itu terjadi karena kurangnya fasilitas pengangkutan sampah, tetapi di Jakarta? Apakah masih masuk akal?
Mungkin jawaban yang masih masuk akal dari pertanyaan tadi adalah “membakar sampah adalah kebiasan yang biasa dilakukan waktu di desa, jadi setelah ke kota gak melakukan itu rasanya gak enak”. Mungkin banyak diantara kita yang tidak kuat mencium bau asap, apalagi asap dari plastik yang baunya begitu menusuk dah pekat, atau asap dari jerami dan sejenis nya yang membuat baju menjadi bau dan mata menjadi pedih. Entah kenapa orang-orang yang membakar tersebut mempunyai kekebalan alami terhadap bau-bauan tersebut, buktinya mereka cuek-cuek aja, padahal mungkin tetangga atau penguna jalan disekitarnya sudah ampun-ampunan saking gak tahannya.
Masuk akal kan kalau Indonesia disebut-sebut sebagai peng-Import peng-Export asap terbesar di Asia (mungkin juga di dunia), tanya saja pada negara tetangga kita Malay dan Singapore bagaimana rasanya tersiksa oleh asap tetangga akibat kebakaran hutan. Mungkin efek dari pembakaran sampah tidak sedasyat kebakaran hutan, tetapi alangkah baiknya jika budaya membakar sampah sudah saat nya dihentikan.
Mari belajar untuk mencintai paru-paru mu, paru-paru ku dan paru-paru anak cucu kita. ![]()




