Category — My Live
Review Your Content
Beberapa waktu yang lalu aku menghadiri seminar tentang GIS (Geographic Information Systems), seminarnya 1/2 hari ini di sponsori oleh HP. Disamping mendemokan versi terbaru dari MapInfo, juga mempromosikan Server HP yang di bundle dengan MapInfo, biasa lah.. jualan.
. Yang akan aku ceritakan disini bukan seminar tersebut, lho.. trus apanya donk?
Karena judulnya “Review Your Content”, aku mau sedikit share sebuah tulisan yang aku baca dari majalah/newsletter resmi dari HP yang dibagikan pada saat seminar tersebut, judul majalahnya adalah Insight vol 01/2008. Prakatanya cukup menarik
Tak Kenal Maka Tak Sayang
BERANGKAT dari keinginan untuk berbagi, HP Indonesia kini menghadirkan “Insight” setiap tiga bulan sekali. Insight berisi berita-berita aktual yang terjadi di HP Indonesia, mulai dari product, layanan, cerita, sampai profile karyawan dan agenda acara.
…
Prinsip Kemanusiaan
Berapa waktu yang lalu saat kami berdua menikmati ketan susu di sebuah warung dipinggir jalan, muncul seorang ibu dengan menggendong anaknya. Ibu itu menyodorkan tangannya, meminta belas kasian pengunjung yang sedang makan. Tiba giliranku, si ibu menggumamkan kata yang tidak begitu jelas, sesuai dengan prinsipku aku menolak.
Aku bukannya tidak peka, dan tidak berbelas kasian, tapi aku mencoba memberi batasan, menurut versiku tentunya, untuk menentukan mana yang pantas dan tidak pantas untuk diberi. Batasannya simple, yaitu
- Tidak memberi pada pria, ataupun wanita sehat jasmani rohani.
Aku rasa mereka bisa bekerja dengan layak, tanpa harus meminta-minta. Dengan memberi artinya mengesahkan hal itu sebagai salah satu pekerjaan. - Tidak memberi pada anak-anak.
Dari kecil seorang anak seharusnya diajarkan untuk mandiri, bekerja keras. Pengecualian yang kadang terjadi adalah dengan memberi makanan, pada waktu tertentu, yaitu saat ulang tahun (dan ada rejeki) kami berkeliling untuk bagi-bagi kue kecil.
Kembali ke cerita tadi, sesat setelah aku menolak si ibu, aku teringat kasus kelaparan, dan gerakan Tahun Anti Kelaparan dan Gizi Buruk Pertanyaan yang timbul adalah Apakah tindakan yang aku ambil bisa dibenarkan?
Jika aku tidak memberi dan orang lain mengikuti untuk tidak memberi, maka kemungkinan besar orang itu tidak berpenghasilan dan akan kelaparan kemudian mungkin menyebabkan kematian. Aku berfikir apakah mungkin banyak kasus kelaparan dan kematian karena kelaparan disebabkan banyaknya orang mempunyai prinsip seperti aku. Jadi apakah kita bisa melegalkan pekerjaan peminta-minta?, melegalkan pekerjaan yang lebih banyak sisi negatif untuk masyarakat dan juga pribadi manusianya itu sendiri, dengan alasan mungkin berakibat kelaparan?
Lalu sebaiknya bagaimana? Apakah harus bersikeras “mendidik” mereka walaupun dengan resiko ataukah aku harus merevisi prinsip-prinsip diatas?
Blogger Peduli
![]()
Hampir semua rekan-rekan mengetahui tragedi apa yang terjadi dibumi tercinta ini, tidak perlu bercerita banyak untuk membuat rekan semua memahami bahwa lapar itu menyakitkan, lapar itu sebuah penderitaan.
Tidak perlu seribu kata untuk melukiskan bagaimana menderitanya mereka, karena aku yakin tidak cukup kata untuk menggambarkannya.
Bank Mandiri
118-000.577.6256
Tjhia Fui Ha
Cabang Puri Indah
atau
BCA
479-0057126
Tjhia Fui Ha
BCA KPC. Bojong Indah
Konfirmasi transfer ke HP : 081.280.437.66
more Info : Lapar Menjemput Ajal, Pedulikah Kita?
Update :
Menurut informasi dari Hanna, status dana yang terkumpul akan dipublish jumat, 21 Maret 2008.
Google aja tahu..
Hari itu parkir motor ditempat kerjaku lumayan ramai, setelah memarkirkan motor aku menuju ke meja satpam dimana biasanya petugas petugas parkiran meletakan tiket. Setelah mencari beberapa saat dan tidak menemukan tiket parkir, aku menanyakan kepada petugas.
“Pak, G 37XX MP, blom..”
dengan cekatan dia menuliskan, sambil mengeja “ge tiga tujuh…., em apa pak?”
“Pe” (menyebut huruf P)
“Pe yang gini..” mencoretkan huruf V
“Bukan Pak..”
“Oh..” mencoretkan huruf P
Di Lift aku senyum-senyum sendiri memikirkan percakapan tadi, “Pe yang gini..?” memang nya ada berapa huruf P sih? Setelah dipikir-piki akhirnya aku sadar juga sebagian orang mengatakan “EP” untuk huruf F, “PE” untuk huruf V, dan “PE” untuk P.
Hehehehe lucu juga.., mungkin itu sebabnya ada nama SAIPUL JAMIL, kemungkinan besar orang tuanya akan menamai anaknya SAIFUL tetapi terjadi kesalahan penulisan di akte menjadi SAIPUL. Mungkin si pencatat tidak menanyakan “PE yang gini..?” Doooowww!!!
Nih.. !! Google aja tahu..

Awas Lubang!
Curah hujan yang tinggi belakangan ini membuat banyak jalanan di ibukota rusak, berlubang dimana-mana. Astaga.. banyak jalanan yang lebih mirip areal persawahan dengan kubangan kerbau dari pada sebuah jalan raya. Ini Jakarta bung!, ibukota negara.. bagaimana dengan daerah lain? rasanya lebih parah dari pada disini
Beberapa hari yang lalu seorang teman di kantor, terjatuh dari motor saat motornya tergelincir di “kubangan kerbau”, tidak tanggung-tanggung 6 motor terjatuh beruntun. Mengerikan bukan? Hari-hari belakangan ini mungkin diantara kita sering mendengar cerita-cerita horor yang disebabkan oleh jalanan yang rusak. Lalu apa yang dilakukan pemerintah (pemda)? sepertinya tidak ada (entahlah kalau ada..
), aku lebih melihat “gerakan” dari penduduk sekitar, yang memasang tanda dengan ban bekas, atau menutup lubang dengan sisa bahan bangunan, bahkan ada pohon pisang sebagai penanda di tengah jalan raya.
Bagi teman-teman yang mengendarai motor, berhati-hatilah!, mungkin beberapa hal dibawah ini bisa dilakukan untuk menghindari terjadinya kecelakaan
- Jangan Ngebut!
Apalagi dijalanan yang tidak dikenal, alon-alon aja.. asal kelakon. - Jadi Follower
Jadi pengikut saja, gak usah sok jadi pemimpin.. ikutin aja kendaraan didepan. Yang didepan pasti memberi contoh
, didepan menghindar, kita menghindar. Di depan terperosok, kita menghindar
. - Jaga Jarak
Jaga jarak yang aman terutama saat mengikuti mobil, hindari unsur kejutan dari lubang yang tidak terlihat karena terhalang mobil. Sebisa mungkin ikuti alur ban mobil, jangan berada tepat dibelakang mobil, itu memperbesar unsur kejutan!.
intinya sih hati-hati, ingat sekarang ini jalanan di Jakarta banyak lubang!
mungkin kalau kerbau-kerbau melihat kubangan-kubangan yang ada di Jakarta bakal bersorak gembira, kapan lagi mandi lumpur dikelilingi gedung pencakar langit. Siapa yang punya kerbau? Monggooo.. di”angon” di Jakarta



