Category — My Live

Pemadaman Listrik

February 21, 2008 13 Comments

Isu pemadaman listrik di Jakarta kembali berhembus, setelah kemarin sore pemadaman lokal di sekitar wilayah jakarta timur terjadi. Kira-kira jam 16.30 WIB lampu dikantor mati, beberapa saat kemudian genset mengambil alih. Beberapa kali hidup mati membuat deg-degan juga, bukan karena takut gelap, tapi takut lembur.

Jika lampu hidup-mati biasanya pertanda buruk, karena UPS di ruang server tidak bisa menahan beban lebih dari 10 menit :( . Pernah ada ‘kisah’ ketika lampu mati dan genset mengambil alih, setelah beberapa lama tiba-tiba lampu hidup-mati berulang. Dan akhirnya UPS ‘tepar’ dan server down dengan kerusakan 1 database corrupt karena NetApps (Hardisk External) mengalami kerusakan. Kerusakan non fisik terjadi pada 3 dari 7 server replikasi, yaitu mengalami putusnya replikasi database. Usut punya usut penyebab ‘byar pet’ lampu adalah solar untuk genset habis. Parah kan?!

Malam itu, sekitar pukul 8, karena takut genset kehabisan solar, takut kalau pihak building management tidak siap lagi, akhirnya kami memutuskan untuk mematikan server. Setelah semua server replikasi dan server database utama serta server aplikasi dimatikan aku beserta teman yang lain pulang, sembari memikirkan kerepotan yang akan kami hadapi keesokan harinya. Sesampainya ditempat parkir yang gelap gulita, tiba-tiba saja.. BYARRR!! Lampu menyala. Plaaak…!! (menepuk kepala) Sial!!
image from : http://www.inkycircus.com

 

Kasih Sayang..

February 14, 2008 4 Comments

Kemarin, saat online YM, seorang teman menyapa. Setelah lama cuap-cuap kesana kemari, percakapan berganti topik ke hari kasih sayang

Frn: “Besok valentine pergi kemana?”
Me: “Gak kemana-mana, biasa aja dirumah. loe sendiri kemana?”
Frn: “Sama aja, masih banyak orang kelaparan, denmas… ”
Aku tersenyum, membalas dengan mengucapkan
Me: “Benar.. Jadi sudah salurin kemana dananya?”
Lama terdiam..
Frn: “Pertanyaan yang bagus, denmas..”

Endless Love

Sore harinya, teman yang lain bercerita tentang acara yang direncanakannya, candle light dinner, coklat, kado, bunga mawar. Aku membayangkan ratusan ribu, bahkan mungkin jutaan rupiah yang harus dikeluarkan.

Apakah “kasih sayang” sebegitu mahalnya?
Apakah harus dirayakan dengan mewah?
“Kasih Sayang” itu sesuatu yang sederhana, yang seharusnya “dirasakan” dan “diberikan” setiap hari. Sesuatu yang seharusnya dikenang dalam “kesederhanaan”, murah dan tanpa biaya, sehingga kita tidak “trauma” untuk terus memberikan kepada orang-orang disekitar kita.

Happy Valentine Day!

Valentineps: to my wife: happy valentine..,
i love the way you love me…

image source: http://godlove.wordpress.com

 

GONG XI FAT CAI

February 6, 2008 9 Comments

GONG XI FAT CAI..

LampionTahun Tikus akhirnya datang juga, ditahun ini saatnya aku dan dona bagi bagi angpau, lho koq? hehehehe… dalam kepercayaan orang Tionghoa yang diperbolehkan (baca: berkewajiban) memberi angpau adalah mereka yang sudah menikah. Juli 2007 kami menikah, ya benar tahun ini adalah tahun pertama kami membagi angpau. :D

Malam tahun baru ini, kami sebagai keluarga kecil merayakan dengan makan sederhana, biasanya tradisi orang Tionghoa di malam tahun baru, Semua anggota keluarga “dekat” mengadakan acara makan keluarga, bisanya diadakan ditempat anggota keluarga yang paling “senior”. Karena tidak ada keluarga senior, maupun keluarga yang cukup dekat dengan kami, maka kami merayakan berdua :D .

Oke.., saatnya bersiap-siap bungkus dan isi angpau :D , besok mudik pulang kampung hahahaha..

GONG XI FAT CAI.. buat rekan-rekan yang merayakan

 

Banjir hari ke-2

Sabtu, 2 February 2008

Sabtu pagi, daerah sekitar tempat tinggal ku masih banyak “genangan” air, bahkan saat aku mengantarkan Dona ke dokter, jalanan didepan praktek dokter masih tergenang lumayan tinggi. Tekanan darah dona drop sampai 90-60 mmHg, dia mengeluh pusing-pusing, seharusnya sejak hari kamis, aku mengantar dia ke dokter, tetapi kamis malam aku pulang malam, jumat malam-nya Jakarta banjir, jadi sabtu siang mau tidak mau kami ke dokter walaupun harus melalui “genangan” air.

Dijalanan banyak anak kecil bermain air, dan di beberapa titik tampak sekumpulang orang memancing atau menjala ikan, seakan mengalami dejavu, pemandangan yang hampir sama seperti 1 tahun yang lalu. Cuaca masih mendung, aku yakin semua orang berharap hujan tidak turun lagi, pasar dekat perumahan sudah terendam air, dan jika hari itu hujan lagi, air akan menggenangi perumahan.

Oh ya, sabtu itu seharusnya kami menghadiri pernikahan kocu, mohon maaf… kami tidak bisa datang. Ucapan selamat dari kami berdua, selamat menempuh hidup baru. Banjir oh Banjir kenapa engkau datang lagi :( .

 

Menembus Banjir

Jumat sore, aku pulang dari kantor sekitar jam 5.45 dengan harapan semakin cepat pulang semakin cepat sampai rumah, setidaknya bisa sampai rumah sebelum tengah malam. Berdasarkan pengalaman banjir 1 tahun sebelumnya (baca : Banjir Jakarta 2007 - Perjalanan Pulang ) waktu yang ditempuh untuk sampai ke rumah bisa sampai 3 jam lebih, hari itu dengan nekad aku pulang juga. Karena Dona sakit, hari itu aku tidak menjemput dia ke Sunter, jadi keluar dari kantor aku langsung pulang ke rumah, itu juga alasan aku harus pulang.
Perjalanan dimulai dengan kondisi yang padat merayap padat meratap, nyaris tak bergerak, sedikit demi sedikit kondisi mulai berubah menjadi padat berharap. Motor bisa bergerak dengan sedikit leluasa, tetapi setiap kali mendekati perempatan kondisi jalan kembali ke padat meratap. Doww!! beberapa ruas jalan bisa dari padat berharap bisa berubah menjadi ramai lancar ramai langgar, kondisi yang lumayan lancar membuat orang menjadi maen serobot tak tentu arah, bak tikus dilepas dari kadangnya :D .

Aku sampai daerah Mall Puri Indah (Jakarta Barat) sekitar jam 8 malam, artinya sudah 2 jam dijalanan (waktu normal yang biasa ditempuh sekitar 1 jam dari kantor ke rumah), dan disana macet total!. 30 menit motor sama sekali tidak bergerak, kondisi tersebut cukup melelahkan, ditambah kaki yang terus terendam air yang lumayan tinggi. 8.30 lewat akhirnya motor bisa bergerak, dengan teramat sangat merayap meratap, perjalanan dari Mall Puri Indah ke rumah ditempuh selama 1 jam dengan motor (bisanya tidak lebih dari 30 menit), tidak bisa dibayangkan waktu yang ditempuh mobil yang nyaris tidak bergerak.

Setelah keluar dari jalan utama, jalanan menuju perumahan benar-benar lancar, saat itu aku benar-benar lega, rasanya capai, dan dingin tiba-tiba hilang. Dijalan aku berhenti dan membeli 2 bungkus bakso, untuk makan malam aku dan dona (saat itu sekitar 9.30 malam), aku mengendarai motor dengan santai aku kira “masalah” sudah lewat 100 m dari penjual bakso, “kubangan” banjir menghadang, ya..ampun.. ternyata belum selesai juga perjalanan menembus banjir :D . Dengan nekad, aku lajukan motorku menembus banjir, cuma berharap 1 hal, mesin jangan sampai mati!, kalau mati habis sudah hehehehehe…

Setelah lolos dari “jebakan” yang satu itu, aku harus menembus beberapa “jebakan” lagi untuk sampai ke depan rumah. Legaaa rasanya ketika Dona membukakan pintu, aku sudah sampai… Saat itu jam tangan ku menunjukan 9.50.

 

Page 4 of 13« First...«23456»...Last »