Category — My Live
Beowulf (Another Story)
Malam minggu kemarin aku nontoh Beowulf bareng Dona, filmnya tidak begitu bagus (menurutku sih..) ceritanya biasa aja, animasinya yaa… begitu dech gak halus-halus banget. Penuh dengan adegan sadis, berdarah-darah, beberapa menjijikan, dan beberapa adegan menampilkan tubuh “polos”
.
Ada hal yang lebih menarik daripada menceritakan film Beowulf, yaitu saat aku dan Dona antri tiket. Suasana di 21 Mall Puri malam itu lumayan ramai, antrian lumayan panjang, aku dan Dona sempat males juga melihat antrian yang lumayan. Kira-kira hampir 20 orangan dimasing-masing loket, kecuali loket yang bertuliskan CASH ONLY.
Sedikit demi sedikit aku mulai maju mendekati loket, musik “ajeb-ajeb” mengalun mencoba menghibur para pengantri loket, yang menurutku lumyan asik (padahal aku bukan pecinta musik “ajeb-ajeb”). Ketika antrian didepanku tinggal 4 orang tiba-tiba orang dibelakangku mulai rese. Dia mulai ngomong dengan istrinya (ingat dia sudah beristri) kalau tidak akan cukup waktu untuk nonton film pilihan dia karena filmnya dah hampir diputer. Dia bilang mending nitip sama yang didepan.
Tidak berapa lama kemudian orang tersebut melangkah maju mendatangi pengantri terdepan, setelah entah mantra apa yang dibisikannya si pengantri itu memperbolehkan orang tersebut nitip tiket. Ola laa… Antri gitu lho!!Entah apa yang terjadi didepan sana, yang ada mereka bolak-balik berbicara dengan penjual tiket.. lama.. uh makin BT aja.. orang-orang dibelakangnnya mulai gelisah si “tak tau diri” itu masih santai, tak lama kemudian dia keluar dari antrian, mendatangi istrnya, mengambil uang cash. Sementara si Pengantri, masih didepan loket menyelesaikan transakinya (tentu saja dengan Credit Cardnya)
Singkat kata transaksi itu selesai, si tak tau diri meyerahkan sejumlah uang, Rp. 35 .000,- sesuai dengan jumalah nominal yang di gesek di Credit Card, dan orang tersebut mendapatkan 2 tiket (ingat buy 1 get 1). Setelah si tak tau diri itu pergi, pasangan (si Ce) yang tadi dititipin sempat ngomel, entah apa yang diomelkan aku sudah tidak peduli lagi.
Ada beberapa hal yang melintas dipikiranku,
1. Kenapa sih orang gak bisa antri, masa kalah sama bebek.
2. Kalo mau cepet, gak mau ketinggalan film, beli aja di loket Cash, toh cuma selisih 35rb dibandingkan kena kutuk 20 orang yang antri dibelakangnya
3. Enak aja cuma bayar 35rb, memang nya Kartu Credit gak kena bunga (mungkin itu yang diucapkan si Ce yang tadi ngomel)
4. Kalo yang dititipin temennya sih ya.. harap maklum lah. tapi ini bukan siapa-siapanya, dan aku rasa yang dititipin juga bt. buktinya si ce ngomel.
Sampe sekarang aku masih berfikir, menurut teman-teman perbuatan seperti diatas (memotong antrian dengan nitip) diperbolehkan gak sih? etis gak sih? ganggu gak sih?
Aku pribadi sih beranggapan kalo itu nitip temen, masih oke. tapi kalo nitip dengan orang yang gak kenal itu GANGGU BANGET!!
Resolusi 2008
Dikantor aku ditugaskan untuk membuat rencana kerja untuk 2008 dan 2009 gubrak.. untuk 2 tahun kedepan aku harus merencanakan apa yang akan dilakukan, kemudian aku jadi teringat PR yang diberikan Gies, resolusi di tahun 2008, 8 buah dan tiba tiba aja.. blank!, masa aku gak punya “tujuan” sih?? waduh gak bisa gitu donk.. harus ada yang mesti diperjuangkan maka ini lah resolusi untuk tahun 2008
Satu
Nabung.. Nabung.. dan Nabung
Banyak yang harus disiapkan di tahun 2008, karena aku dah berkeluarga sepertinya sudah saat nya mencicil rumah. Minimal tabungannya bisa buat bayar uang muka rumah :D, ayo berusaha..!! selagi kebutuhan lainnya blom datang. Kura-kura ku aja punya rumah
Dua
Berusaha untuk lebih menjadi teman, sahabat dan suami yang baik buat Dona, dan semoga ditahun 2008 aku juga bisa menjadi ayah yang baik. semoga.. semoga.. semoga…
Tiga
Tiap hari aku berkutat dengan pembuatan program komputer, rancang dan buat program tapi setelah jadi program nya jadi hak milik perusahaan tempat aku bekerja. Di tahun 2008 nanti aku (dan dona) pengen buat program untuk diri sendiri, artinya kalo pun dibeli orang hasilnya buat aku sendiri :D. Sudah ada program yang dirancang dari awal tahun lalu dan sampe sekarang belum selesai dibuat. Di tahun 2008 aku mau selesaiin program itu.
Empat
Beli Laptop!, aku pengen beliin laptop, terutama buat Dona kerja. Kasian kalo dia lembur kerjaan dirumah harus rebutan komputer. Jadi seperti Resolusi ke 1 dari sekarang sudah harus nabung..
Lima
Pengen belajar masak, kursus ato apa gitu.., aku punya hobi makan dan masak karena makan dan masak sama-sama melepas stress. Kalo makan, efek nya jadi gemuk (sia-sia hasil diet ku), kalo masak efeknya buat orang jadi gemuk jadi keputusanku lebih baik masak!. *penting gak sih?? :D*
Enam
Mau rapiin koleksi bukuku, yang sekarang tertumpuk manis di box plastik. Pengen punya lemari buku bak perpustakaan di kamar atas. Ngebayanginnya enak.. butuh buku, naek ke atas, buka komputer cari nyimpen di rak no berapa (emang bukunya seberapa banyak sih?? menghayal boleh donkkss), ambil bukunya turun ke lantai bawah, baca di bawah sembari nikmati teh hangat plus pisang goreng
Tujuh
Abisin buku buku yang sudah dibeli dah belom dibaca. Stop beli buku dulu (mana tahaannn…
). Masih ada novel nya Tom Clancy, The Bear and the Dragon, Eragon, Umberto Eco , The Name of The Rose, dan masih banyak buku lain yang sudah dibeli dan gak sempet dibaca. Sudah beberapa lama gak mampir ke Gramed menghidari melihat buku atau novel bagus.. :D. Harry Potter harus beli, biar lengkap koleksiku
Delapan
Pengen kursus bahasa inggris, memperbaiki bahasa inggris yang kacau balau, malu kalau diajak ngomong bahasa inggris, cuma bisa denger gak bisa bales ngomong
. Bagian otak ku yang ngurus bahasa kayanya kurang dilatih, disamping inggris pengen juga belajar mandarin.. walah.. inggris aja kesulitan apalagi mandarin.. satu satu mas…!!
Nah… PR nya udah, tapi masih ada PR yang harus dikerjakan sepanjang tahun 2008, minimal 8 yang diatas. Jadi ini sebenernya PR sepanjang tahun :D. Ayo semangat!, 1 bulan lagi 2007 abis. buka agenda, cek apa yang belum terwujud dan selesaikan ![]()
Rasa ingin tahu itu…….

Siang tadi aku melewati daerah sunter, biasanya dihari kerja (non sabtu) jalanan di depan danau sunter jarang sekali macet. Siang tadi entah mengapa menjadi macet (baca: padat merayap), lumayan panjang juga walapun tidak macet total, sedikit demi sedikit kendaraan maju juga. Kira-kira hampir mencapai ujung danau sunter aku lihat banyak kendaraan terutama motor diparkir di pinggir jalan dan para pengendaranya bergerombol ditepian danau untuk melihat “sesuatu”. Aku sendiri tidak tahu apa yang terjadi, karena aku pikir menepikan kendaraan dan menyaksikan entah kejadian apa akan membuat antrian kendaraan menjadi semakin panjang, disamping kendaraan yang diparkir dijalan membuat jalanan menjadi sempit, Semakin banyak orang berkumpul membuat bertambahnya rasa keingintahuan pengendara lain untuk melihat atau sekedar memperlambat lajunya untuk melirik apa yang terjadi.
Sepintas aku melihat seorang lelaki menghampiri sepeda motornya seraya tersenyum dan menggeleng-gelengkan kepalanya, entah apa yang dilihat orang itu yang jelas tingkah lakunya itu membuat aku tersenyum, aku teringat sebuah cerita lucu, begini ceritanya :
[Gallery Update] Sam Po Kong
Aku upload beberapa foto ketika aku dan dona mengunjungi klenteng Sam Po Kong sekitar 1.5 tahun yang lalu.
Gallery bisa dilihat disini : Gallery - Sam Po Kong
Berikut penjelasan singkat yang aku ambil dari klenteng.com :
Gedung batu Sam Po Kong adalah sebuah petilasan. yaitu bekas tempat persinggahan dan pendaratan pertama seorang Laksamana Tiongkok bernama Zheng He / Cheng Ho (
) atau lebih lazim dikenal sebagai Sam Po Tay Djien. Terletak di daerah Simongan, sebelah barat daya Kota Semarang.
Disebut Gedung Batu karena bentuknya merupakan sebuah Gua Batu besar yang terletak pada sebuah bukit batu. Sekarang tempat tersebut dijadikan tempat peringatan dan tempat pemujaan atau bersembahyang serta tempat untuk berziarah.
– Sumber : http://www.kelenteng.com
Nabrak kucing itu sial!
Nabrak kucing, itu sial!. Kepercayaan tersebut beredar dikalangan masyarakat kita, entah benar atau tidak aku sendiri tidak tahu. Yang jelas jika kita menabrak kucing ada 2 kemungkinan siapa yang sial, pertama jika kucing yang tertabrak artinya kucing itu sial, yang kedua, kalau kita yang nabrak, dan jatuh artinya kita yang SIAL. Hal itu menimpa aku jumat malam kemaren, ketika aku menjemput dona ditempat kerjanya di Sunter, malam itu biasa saja, tidak ada firasat buruk apapun, hanya saja hujan turun runtik dan aku dengan PD nya tidak menggunakan jas hujan, sebab 2 malam sebelumnya selalu gerimis kecil dan tidak pernah berlanjut menjadi hujan. Perjalanan lumayan lancar, hari itu jalanan tidak begitu macet, mungkin karena hujan, aku memacu motor dengan cepat entah berapa kecepatan karena spidometerku mati :D. Kira-kira 1 km sebelum tempat kerja Dona kejadian itu terjadi!




