Category — My Live

In Yellow..

August 6, 2007 No Comments

Aku dan Dona membeli sepasang kaos bergambar Mickey dan Mini Mouse, tujuannya pengen pake kaos yang senada hihihihi.. Jadi ini lah kami, berpose dengan pocket camera!. Karena tidak ada orang lain dirumah, hanya kami berdua, maka segala cara ditempuh untuk menghasilkan gambar ini.. :D , so.. semoga masih layak untuk ditampilkan disini

Dona&Okta1

Percobaan Pertama tebak siapa yang pegang kameranya?

[Read more →]

 

Thanks God..

August 4, 2007 3 Comments

Pikiranku sedang melayang memikirkan rencana nonton hari ini, ketika tiba-tiba saja motor di depan ku mengerem mendadak. Reflex, jari tangan ku menarik handle rem, dan membelokan motor kekanan, deretan motor lain dibelakangku melakukan hal yang sama. Aku masih ada di alam lain ketika ku dengar sumpah serapah motor dibelakangku, memarahi pengemudi yang entah kenapa salah ambil tikungan. Dodol!!

Untung saja, Saraf2 ku merespon lebih dahulu sebelum informasi dari mata diproses oleh otak yang saat itu sedang dipakai untuk memproses data lain, kalo saja terlambat sedikit mungkin akibatnya akan fatal, mengingat kecepatan motor saat itu lumayan tinggi, dan rombongan motor lain yang melaju sama kencang nya. Dan (sekali lagi) untung saja 1 bulan yang lalu rem depan motor ku diganti dari rem kanvas menjadi rem cakram.

Beberapa saat dongkol juga mengingat betapa sangat merugikannya tindakan yang diambil orang tadi, beberapa saat kemudian aku tersenyum memikirkan betapa beruntungnya aku. Thanks God…

 

Lifestyle, sudah sesuaikah?

July 31, 2007 2 Comments

LifeStyle
Beberapa saat yang lalu aku dan dona membicarakan tentang kehidupan rumah tangga kami, apa yang seharusnya dilakukan dan apa yang tidak seharusnya dilakukan, dan apa yang belum saatnya dilakukan, ujung dari pembicaraan kami adalah LIFESTYLE atau bahasa kerennya GAYA HIDUP.

Dari Gaya Hidup itu akan berimbas pada banyak hal, yang tentunya berujung pada UUD atau Ujung Ujung nya Duit, yup lifestyle sangat berkaitan erat dengan uang (karena hidup selalu membutuhkan uang :D ). Disini aku tidak memvonis bahwa Lifestyle selalu mengeluarkan banyak uang, hidup sederhana juga merupakan sebuah LifeStyle, sebuah gaya hidup, tapi gaya hidup apapunya yang diambil selalu berimbas pada perhitungan finansial.

Teramat sering kita mengikuti gaya hidup yang tidak sesuai dengan pendapatan kita, dari kebiasaan makan, kebiasaan beraktifitas, kebiasaan mencari hiburan, kebiasaan berbelanja dan banyak hal lainnya. Saat ini yang harus dilakukan adalah menanyakan kembali “Apakah gaya hidup itu sudah sesuai dengan aku saat ini?” jika jawabnya belum, maka ubah lah..

Berdasarkan laporan keuangan kita bulan lalu, mari bersama ambil secari kertas kemudian tulis :
- Berapa Pendapatan kita ?
dari pendapatan tersebut berapa digunakan untuk
- Kehidupan sehari hari ?
- Tabungan Insidental ?
- Investasi ?
- Tabungan Masa Depan ?
- Tabungan untuk pendidikan anak ? (bagi yang sudah berumah tangga)

dari beberapa artikel yang aku baca, jika pengeluaran untuk kehidupan sehari hari lebih dari 30%, suatu saat nanti anda akan berada dalam masalah. Jangan berfikir “Gak apa sekarang masih muda, ntar kalo dah nikah atau dah punya anak ya harus bisa.. ” atau malah yang lebih ekstrim “Bodo, uang bonyok ini, emang gua pikirin!”, karena gaya hidup itu susah diubah, gaya hidup adalah sebuah kebiasaan, jadi mulai sekarang biasakanlah.

Untuk mengubah hal tersebut memang tidak mudah, sangat susah!, apalagi kita yang sudah terbiasa dengan gaya hidup yang ada sekarang ini, orang cenderung “makan” gengsi. Jadi buang semua gengsi, pikirkan masa depan, hari masih panjang. Bukan berarti kita tidak boleh mengikuti lifestyle tertentu, tapi mungkin bukan sekarang, mungkin nanti saat perhitungan-perhitungan finacial kita sudah mencukupi. Jadi tunda dulu, suatu jenjang gaya hidup cepat atau lambat kita pasti akan melaluinya, itu suatu hal yang wajar. Yang tidak wajar adalah kita memaksa untuk hidup di jenjang itu.

Jadi sudah sesuaikah Gaya Hidup anda saat ini?

 

The Wedding

You by my side, thats how I see us
I close my eyes, and I can see us
Were on our way to say I do
My secret dreams have all come true

Jam 2.30 dini hari aku terbangun oleh suara alarm hp, mengeliat ngantuk setelah 2 jam sebelumnya baru terlelap tidur, hari itu 8 Juli 2007, it’s My Wedding day so.. wake up!!. Seketika hilang rasa kantuk ketika guyuran air dingin menyiram tubuhku, digantikan debaran halus (dan sedikit limbung) ternyata aku dag dig dug juga :D .

Pagi itu Aku, dona, 2 mama dan my sis berangkat ke SIGA, rencana make up jam 3.30, dan kami sampai di SIGA on time, langsung saja para wanita dipersilahkan duduk didepan cermin, dan tangan2 mulai mengkerubuti.. :D . Disana sudah ada 1 pengantin yang sudah selesai rias.. waakksss! it’s 3.30! make up jam berapa?! ck.. ck.. ck.. Hari itu ada 12 pengantin yang harus make up. Benar-Benar luar biasa… para mama selesai 1 jam kemudian, dan sudah ada pengantin ke 3 dan ke 4 yang sudah mulai make up.

Setelah semuanya selesai, kami meninggalkan SIGA dengan ucapan selamat dari rekan2 di SIGA, jepret.. jepret.. mobil pun jalan.. Rencana nya kami langsung ke Gereja, tapi ternyata masih terlalu pagi, so.. rencana berubah, kami mampir ke Rasamala terlebih dahulu, dan sempat berfoto, dan membuat sedikit “adegan” untuk liputan video kami :D . Pukul 09.40 kami berangkat ke Gereja

I see the church, I see the people
Your folks and mine happy and smiling
And I can hear sweet voices singing, Ave Maria

Jam 10.30 teng, kami berdua turun dari mobil, ritual pemberkatan pernikahan pun dimulai, penyerahan putra-putri oleh orang tua yang tergangu bunyi alarm hp yang entah kenapa tetap bunyi walopun hp sudah dimatikan (hiks… ), pemercikan air suci. Tiba saat nya ketika kami berdua berjalan menuju altar, benar2 saat yang mengharukan, ketika tatapan haru, anggukan dan senyuman dari saudara, rekan dan sahabat mengiringi perjalanan kami, aku meremas tangan dona menahan haru yang tiba2 saja datang.

Sebuah kebahagian bagi kami, saat melihat teman-teman, sahabat dan orang-orang terdekat kami memberi dukungan dan turut menjadi saksi sebuah awal dari perjalanan panjang, perjalanan menuju ke altar menjadi sebuah perjalan penuh kenangan, sebuah perasaan yang begitu berbunga, perasaan dengan kegembiraan dan keharuan yang meluap.

Oh my love, my love this can really be
That someday you’ll walk down the aisle with me
Let it be, make it be that I’m the one for you
I’ll be yours, all yours, now and forever

Pembacaan janji pernikahan, membuat aku menangis haru, dengan tersendat aku membaca sumpah dan janji penikahan, sungguh saat yang begitu mengharukan, tangan ku diremas dona ketika aku mengucapkan kata demi kata untuk setia dalam keadaan susah dan senang, setiap kata dengan segala kesungguhan.

Saat acara sungkeman kembali kami berdua menangis (mama papa juga, entah apakah ada rekan2 yang ikut menagis haru bersama kami), aku cuma bisa mengatakan “Terimakasih mam.., Terimakasih Pa..” kata-kata yang lain sudah tidak bisa terucap lagi.. cuma sentuhan dan pelukan yang mewakilinya. We love you dad, mam..

I see us now, your hand in my hand
This is the hour, this is the moment
And I can hear sweet voices singing, Ave Maria
Ave Maria, Ave Maria, Ave Maria

lyric : The Wedding

 

Perjalanan Pulang..

June 29, 2007 No Comments

Hampir setiap hari aku pulang kantor ketika matahari sudah hampir terik dibagian bumi yang lain. Perjalanan yang melelahkan ketika hampir semua energi yang ada terbuang lewat aktivitas kantor. Saat menyegarkan adalah ketika dona menghapiri ku, memberikan senyumnya yang termanis dan memeluk mesra, perkataan yang terucap diantara kami biasanya “malam ini makan dimana?”. Setelah diskusi singkat bisanya ada 2 keputusan, kami makan diperjalanan atau makan dirumah, biasanya ketika demonstrasi para cacing dan naga diperutku tidak bisa diatasi, kami makan dijalan atau saat dona “ngidam” makanan tertentu.

Perjalanan menembus malam biasanya diwarnai dengan obarolan ringan tentang kerjaan siang itu, curhat seputar kantor atau canda ringan seputar kami. Kadang keluar juga sumpah serapah dari mulutku gara-gara pengendara lain yang begitu urakan, bajaj, motor dan terutama bus yang kadang tidak tau aturan. Tepukan ringan dipunggungku mengingatkan ku untuk tidak melanjutkan kata-kata ku. sabar.. sabar….

Kemudian ketika perjalanan usai dan energi sudah mencapai level terendah, aku mandi dan menyeret semua impian hari itu ke dunia mimpi..

 

 Page 9 of 14  « First  ... « 7  8  9  10  11 » ...  Last »