Category — Wedding Preparation
The Wedding
You by my side, thats how I see us
I close my eyes, and I can see us
Were on our way to say I do
My secret dreams have all come true
Jam 2.30 dini hari aku terbangun oleh suara alarm hp, mengeliat ngantuk setelah 2 jam sebelumnya baru terlelap tidur, hari itu 8 Juli 2007, it’s My Wedding day so.. wake up!!. Seketika hilang rasa kantuk ketika guyuran air dingin menyiram tubuhku, digantikan debaran halus (dan sedikit limbung) ternyata aku dag dig dug juga
.
Pagi itu Aku, dona, 2 mama dan my sis berangkat ke SIGA, rencana make up jam 3.30, dan kami sampai di SIGA on time, langsung saja para wanita dipersilahkan duduk didepan cermin, dan tangan2 mulai mengkerubuti..
. Disana sudah ada 1 pengantin yang sudah selesai rias.. waakksss! it’s 3.30! make up jam berapa?! ck.. ck.. ck.. Hari itu ada 12 pengantin yang harus make up. Benar-Benar luar biasa… para mama selesai 1 jam kemudian, dan sudah ada pengantin ke 3 dan ke 4 yang sudah mulai make up.
Setelah semuanya selesai, kami meninggalkan SIGA dengan ucapan selamat dari rekan2 di SIGA, jepret.. jepret.. mobil pun jalan.. Rencana nya kami langsung ke Gereja, tapi ternyata masih terlalu pagi, so.. rencana berubah, kami mampir ke Rasamala terlebih dahulu, dan sempat berfoto, dan membuat sedikit “adegan” untuk liputan video kami
. Pukul 09.40 kami berangkat ke Gereja
I see the church, I see the people
Your folks and mine happy and smiling
And I can hear sweet voices singing, Ave Maria
Jam 10.30 teng, kami berdua turun dari mobil, ritual pemberkatan pernikahan pun dimulai, penyerahan putra-putri oleh orang tua yang tergangu bunyi alarm hp yang entah kenapa tetap bunyi walopun hp sudah dimatikan (hiks… ), pemercikan air suci. Tiba saat nya ketika kami berdua berjalan menuju altar, benar2 saat yang mengharukan, ketika tatapan haru, anggukan dan senyuman dari saudara, rekan dan sahabat mengiringi perjalanan kami, aku meremas tangan dona menahan haru yang tiba2 saja datang.
Sebuah kebahagian bagi kami, saat melihat teman-teman, sahabat dan orang-orang terdekat kami memberi dukungan dan turut menjadi saksi sebuah awal dari perjalanan panjang, perjalanan menuju ke altar menjadi sebuah perjalan penuh kenangan, sebuah perasaan yang begitu berbunga, perasaan dengan kegembiraan dan keharuan yang meluap.
Oh my love, my love this can really be
That someday you’ll walk down the aisle with me
Let it be, make it be that I’m the one for you
I’ll be yours, all yours, now and forever
Pembacaan janji pernikahan, membuat aku menangis haru, dengan tersendat aku membaca sumpah dan janji penikahan, sungguh saat yang begitu mengharukan, tangan ku diremas dona ketika aku mengucapkan kata demi kata untuk setia dalam keadaan susah dan senang, setiap kata dengan segala kesungguhan.
Saat acara sungkeman kembali kami berdua menangis (mama papa juga, entah apakah ada rekan2 yang ikut menagis haru bersama kami), aku cuma bisa mengatakan “Terimakasih mam.., Terimakasih Pa..” kata-kata yang lain sudah tidak bisa terucap lagi.. cuma sentuhan dan pelukan yang mewakilinya. We love you dad, mam..
I see us now, your hand in my hand
This is the hour, this is the moment
And I can hear sweet voices singing, Ave Maria
Ave Maria, Ave Maria, Ave Maria
lyric : The Wedding
Accomplished: Wedding Ring
Sebenarnya persiapan untuk wedding ring tidak berjalan mulus, ada kendala yang membuat kami berdua kecewa dan wedding ring yang sekarang sebenarnya adalah “Plan B”. Rencana semula kami akan membuat cincin tersebut, modelnya sendiri sudah ada dan sudah dibuat beberapa bulan yang lalu. 2 minggu yang lalu cincin pesanan kami datang juga, setelah dilihat ternyata jauh dari harapan kami, karena sudah tidak memungkinkan untuk melakukan perbaikan akhirnya diputuskan untuk membeli cincin yang lain.
Sebelum memutuskan untuk membuat cincin kami sempat berkeinginan untuk membeli cincin tersebut, tetapi kami mengurungkan niat setelah melihat buku2 yang berisi model cincin pernikahan. Ada 1 cincin yang menarik perhatian, kemudian kami memesan cincin tersebut plus beberapa modifikasi. Tapi yaa… begitu dech, setelah sampai ke tangan kami hasilnya tidak sesuai dengan keinginan.
Tapi ya sudah lah… the show must go on… Wedding Ring, Accomplished!!
Napak Tilas
Hari ini aku cuti, tujuannya mengantar undangan ke beberapa tempat, sebagian besar adalah Ex-Kantor lama. Jadi seolah seperti perjalanan napak tilas karir
. Perjalanan pertama menuju ke Lensa (Vendor), Aris (Temen), Realta (Ex-Kantor), Intimedia (Ex-Kantor), Adira Rental (Ex-Project), Ie El (Saudara), Astra International (Ex-Project & Teman), Taufik (Teman).
Perjalanan lumayan melelahkan, banyak rute yang selama ini gak dilalui hari ini dilalui lagi (karena itu aku sebut napak tilas) seolah de-ja-vu
. Saat melihat-lihat Ex-Kantor ada saja hal yang terlintas, jok sepeda motor ku yang bolong waktu diparkir, mie ayam langganan, kantin tempat ngerumpi. Ternyata disemua kondisi dan keadaan pasti ada hal-hal indah yang bisa dikenang.
Oh ya hari ini juga mapir ke Bridal, pilih gaun penganin (final) serta ukur2, akhir nya pilih-pilih gaunnya selesai, menurut ku dan dona sih bagus.. kalo penasaran ntar liat sendiri aja yach.. ![]()
Wedding Testimonial
Aku dah dona dalam proses finishing pembuatan website untuk wedding kami, karena itu kita lagi giat-giatnya minta teman-teman untuk memberi testimonial yang nantinya akan di publish, mengumpulkannya ternyata susah, bukan karena mereka gak mau kasih (harusnya sih begitu.. masa gak mau?
) tapi karena kesibukan mereka.
Beberapa teman message di YM dan bilang “deadline nya kapan?”, “Minggu depan masih bisa?” dan pertanyaan-pertanyaan lainnya.. wah jadi gak enak.. kapan pun dikirim kami masih terima koq..
so buruan kirim!. hehehehe..
Sampai hari ini sudah beberapa testimonial yang masuk. dan kami masih berharap lebih banyak lagi testimonial yang masuk
ayo penuhi website kami dengan testimonial kalian hahahaha.. So, kami berdua mengucapkan terimakasih banyak buat teman teman yang sudah mengirimkan testimonial, untuk rekan-rekan lain yang bersedia silahkan kirim ke wedding[at]iwuvya[dot]com (please cc ke oktaendy[at]iwuvya[dot]com)
Thanks Ya!
Accomplished: Undangan
Undangan untuk wedding kami akhirnya selesai juga, siang tadi aku dan dona ke pluit untuk mengambilnya. Perjalanan seperti biasa, macet dan panas yang menyengat maklum kami naik motor hehehe.. kami sampai disana sekitar pukul 11 siang. Dan setelah menyelesaikan pelunasan pembayaran kami pulang dengan membawa sekardus undangan dan se-plastik besar souvenir.
Ternyata kesulitan juga membawa barang tersebut diatas motor hahahaha… Tapi bisa juga sih dibawa-nya, aduhh.. moga cepet dapet rejeki buat beli mobil
(doain yeee….). Kesulitan tersebut menjadi lebih “parah” saat aku menyadari aku pergi ke pluit tanpa membawa STNK dan SIM kyaaaaa… celaka!! Hari ini adalah hari sabtu dan biasanya banyak operasi di sekitar Puri, waduh.. bisa panjang urusannya. Terpaksa kami jalan lebih pelan dengan mata yang super awas melihat kanan kiri, takut ada operasi.
Setelah melalui perjalanan yang mendebarkan akhirnya sampai juga kami dirumah, saat belokan terakhir dilalui, rasanya begitu lega.. Bersyukur gak ketemu si “wereng coklat”, kalo ketemu entah berapa puluh ribu yang harus keluar, yang aku takutkan motor satu-satunya harus ditahan gara-gara gak ada STNK. Wah… bisa sial banget kalo gitu hahahaha…pheewww…. untung lah.
Note : Wereng adalah hama pada padi, waktu aku SMA aku dan teman-teman menjuluki polisi sebagai Wereng Coklat, hama yang berwarna coklat (seragam mereka kan coklat hahaha..)



