Category — Wedding Preparation
Berburu Rumah
Sudah beberapa minggu aku dan dona, berdua hunting rumah, lebih tepat nya rumah yang dikontrakan
karena memang blom sanggup beli rumah
, biasa-nya kami berdua muter2 di beberapa kompleks perumahan, cuma cari kata-kata For Rent, Sewa dan kata2 yang mirip2 gitu
, seringkali muter2 tanpa tujuan tapi mengasikan sih.. lihat2 perumahan dan sembari jalan-jalan sore hehehehehe
Akhirnya minggu lalu kami berdua mendapat 3 kandidat rumah yang cocok 2 di daerah Puri Metropolitan dan yang 1 di daerah Kosambi. Hanya 2 yang akhirnya kami survey, Rumah pertama di Kosambi kami bertemu dengan tetangga pemilik rumah (karena dia yang memegang kunci rumah), rumah-nya oke kami langsung cocok. Tapi masih ada 1 kandidat lagi (tepat nya 2, yang satu rencana survey malam hari) yang siang itu kami janji untuk datang. Survey di rumah yang kedua, kami langsung bertemu dengan pemilik rumah, orang nya baik, welcome banget, rumah nya juga oke, tapi karena kondisi jalan untuk akses ketempat itu banjir (dapat info dari adikku dan teman2, info nya didapat 1 jam sebelumnya.
) maka kami memutuskan untuk tidak mengambil rumah tersebut.
Akhirnya aku dah dona memutuskan untuk menyewa rumah yang di kosambi, Malam harinya, aku dan dona melakukan transaksi (obat bius kaleee) di sebuah tempat makan Mr Baso (ya kan mirip “transaksi”). Melakukan pembayaran DP, dan buat janji untuk pelunasan serta penandatanganan kontrak jumat ini (1 Juli 2007)
Oh ya perantara penjualan itu bernama Jani (baca Yani) aku panggil Ibu, karena telah cukup berumur, kesan pertama sih orang nya baik, dan keibuan
Oh ya ada hal aneh yang terjadi, rumah yang kami surver bernomor 11A (menggantikan 13) dan 12A (menggantikan 13), Jadi kedua-duanya bernomor 13. Eitsss!! jangan bilang angka sial yach ntar ada yang marah (Dona lahir di tanggal 13 jadi dia gak anggap itu angka sial). Karena bagi Dona 13 adalah angka keberuntungan.
Semoga rumah yang akan kami tempati membawa keberuntungan bagi aku dan Dona. Amin..
Diet, Sengsara Membawa Nikmat..

Sudah hampir 2 bulan ini aku jalanin program diet, menyiksa memang terutama kalau melihat makanan kesukaan. Dan sialnya makanan kesukaan itu adalah yang paling pantang dimakan judulnya adalah GORENGAN. Yach.. semua jenis gorengan dari singkong goreng, tahu goreng, tempe goreng, nasi goreng, mie goreng waakkss.. bener-bener menyiksa.. Keputusan untuk menguruskan badan sebenernya udah dari dulu, ngebentuk tubuh yang rada atletis, bukan gara-gara mau married seperti yang disangka temen-temen dikantor. Tapi mungkin itu juga salah satu alasan yang memacu hehehehe.. tapi bukan alasan utama
.
Melakukan diet ternyata tidak gampang, banyak kendala yang dihadapi mulai dari digodain temen-temen sampai tergoda makanan kesukaan, selama ini mantra yang paling manjur jika melihat makanan enak adalah “I’m on a diet.. I’m on a Diet” hahahaha… trus bayangin peluh yang harus keluar untuk menebus dosa tersebut (aku dan dona menggunakan istilah berdosa setelah memakan makanan tak sehat dan menggunakan istilah menebus dosa untuk latihan extra
)Sebenernya diet itu gak susah, diet itu tidak identik dengan lapar koq.. tapi mencoba untuk makan makanan yang lebih sehat.
Dipilih… Dipilih….!!
Sabtu minggu yang lalu aku dah dona melihat hasil foto preWed, tadinya kami menduga akan melihat foto di komputer seperti rekan-rekan kami yang lain. Banyak diantara mereka yang bingung saat memilih foto karena foto yang dilihat biasanya random, maklum biasanya bridal mereka menggunakan software viewer photo, mungkin semacam ACDC. Jadi kami mengatur startegi, membuat daftar sedemikian rupa sehingga memudahkan hal tersebut. Ternyata tidak, sesampainya disana kami duduk, tidak lama kemudian diberi album besar berisi foto-foto kami. Olalaa.. versi cetak, syukurlah, kami memilih dengan sangat mudah. Karena foto yang sudah kami pilih bisa dilepas dari album. Jadi tidak usah mencatat nama file, lokasi,warna baju pose dan lain-lain. Hehehehe…
Hasilnya boleh dibilang memuaskan, mengingat tidak ada satupun diantara kami berdua yang cukup fotogenic (walopun nama kita mirip artis kata si kantong doraemon (Red: yuli make up artis), jadi hasil yang dihasilkan lumayan oke. Dari 128 foto itu kami memilih 50 foto dari yang seharusnya cuma 30 foto, alhasil kami harus merogoh kantong untuk biaya 20 foto yang lain
. sebenarnya hanya sekitar 35 an foto yang bener-bener kami suka, jadi 15 lainnya kami pilih yang agak mendingan hahahaha.. 15 yang masih terbaik dari foto-foto yang senyum satir, ketawa getir, sampe pose melintir :p . Jadilah 25 foto Outdoor dan 25 foto Indor.
Tentang nama yang mirip artis itu ada pembicaraan lucu waktu kami pertama kali bertemu dengan make up artisnya, dia bilang “pengantin saya (aku dan dona) namanya mirip pasangan artis Dona dan Okan” trus aku bilang “Dona dan Okta” trus dia bilang “Iya mirip hehehehe”. Nama dona, Dona Amielia, Donna Agnesia, Okta , Okan.. kata dia namanya mirip (padahal si Dona dah nikah sama si Darius hehehe..), mungkin pas liat wajahnya.. koq beda banget hahaha.. ya begitulah.. dengan wajah pas-pasan hasil yang ada lumayan lah..
Back to cerita pemilihan foto, memilih foto rupanya bukan hal yang mudah, butuh waktu 2 jam buat memilih 50 foto mungkin karena melibatkan 2 pihak, jadi kalo aku nya bagus dona nya pas jelek, dona nya senyum manis aku nya senyum satir, yang satu cantik yang satu matanya sipit sebelah hehehehe.. susah.. yang paling susah adalah memilih mana yang akan dibuat foto kanvas akhirnya ada 3 kandidat, setelah tanya-tanya akhirnya diputuskan juga. semoga pilihannya gak salah.. kalo gitu hehehehehe tinggal tunggu fotonya jadi.
Penyelidikan Kanonik
Sebagai prasyarat pernikahan di gereja Katolik, setiap pasangan yang akan melakukan pernikahan harus melalui penyelidikan Kanonik. Penyelidikan ini dilakukan oleh seorang Pastor, dimana pada prosesnya sebenernya tidak lebih dari tanya jawab seputar kesiapan pernikahan, dan mencari tahu ada tidaknya hal yang menghalangi pernikahan.
Aku dah dona berangkat ke gereja jam 10.00, disana kami menyerahkan dokumen-dokumen. Tidak lama kemudian kami bertemu dengan Pastor Suherman, kami berbincang-bincang seputar penikahan. Menetapkan waktu kami menerima Sakramen Perkawinan. Akhirnya ditetapkan tanggal bersejarang itu 8 JULY 2007 10.30, pas.. gak perlu ubah persiapan yang lain karena sejak semula kita bikin perjanjian dengan vendor pada tanggal itu.
Setelah itu, Kami mulai diwawancarai satu persatu, yang pertama adalah Dona. Aku gak tau apa yang dibicarakan didalam, tapi didepan aku dah cukup bosan kira kira 30 menit kemudian giliran aku. Didalam aku ditanyain Berapa lama dah kenal, ada hubungan keluarga atau tidak, kenapa menikah, dan pertanyaan pertanyaan lain. Yang paling lucu adalah pertanyaan “Apakah selama mengenal pasangan kamu, pasangan kamu pernah berperilaku aneh? Gangguan kejiwaan misalnya?”. Hehehehe…
Setelah itu sih udah, aku kira tadinya mau berlama-lama ternyata cuma 1 jam hehehe syukur dech.. dah sempet dag dig dug. kalo gak lolos kan gak jadi nikah ![]()
Sampai saat ini semuanya masih berjalan sesuai rencana, yang masih belom sesuai adalah budget ![]()
Semoga pada akhirnya semua bejalan sesuai dengan rencana. AMIN
Dona’s Photo (PreWed Day 1)

Dona selesai make up, sudah bersiap-siap untuk pergi ke puncak. Jadi sebelum difoto oleh fotografer kami mengabadikan dahulu dari kamera seorang amatir

Ini foto didalam mobil, perjalanan menuju ke puncak, sebenarnya ini saat kami latihan senyum, dona kasih contoh senyum dah aku mencoba untuk senyum juga tapi karena hasilnya tidak ada yang bagus, dan “mengerikan” maka foto-foto ku gak aku upload
–




