Dinner at 46th Floor
Hari ini aku dan dona makan malam di daerah Sudirman tepat nya di Wisma BNI 46. Rencana untuk makan disini sudah ada sejak beberapa bulan yang lalu, aku cari tempat untuk celebrate our 2nd year engagement. Idenya cari tempat yang romantis dan dona belum pernah tau tempat itu :D.
Tempat itu bernama Cilantro, aku menemukan tempat itu secara tidak sengaja, lagi buka2 majalah dan melihat nama restro itu. Setelah melihat lokasinya aku langsung cocok dengan kriteria yang aku cari.
Sesampainya disana kami langsung menuju ke lantai 46, menggunakan lift yang tersedia. Dibandingkan dengan lift dikantorku yang ini sangat cepat, menurut info lift ini merupakan model super high speed, kecepatanya bisa mencapai 360 mpm, tinggi gedung Wisama BNI 46 sendiri sekitar 262 m (sumber wikipedia). Wow.. less than 1 minute. Effek ketinggian mulai berasa dilantai 30-an, telinga mulai berdengung tapi it’s ok tidak cukup menggangu.
Kami duduk didekat jendela, memandang Jakarta di waktu malam penuh lampu, indah.. sayangnya ketika aku coba memfoto hasilnya jelek, ada pantulan di kaca :D. Akhirnya kami hanya bisa menikmati tanpa bisa mengabadikannya hehehehe…
Makanan yang kami pesan tidak begitu special, itu kesimpulan dari kami berdua. Mungkin kami yang salah pilih, tapi itu recomendation dari Cilantro lho.. Makanan yang kami pesan, pembukanya adalah Sop Tom Yam Seafood, Main-nya Tahu Nenek Moyang dan Undang Goreng Gandum, Penutupnya punya nama agak keren kalo dalam bahasa Indonesia Es dengan Ketan Hitam :D. Walaupun makannya tidak begitu special, tetapi tempatnya memang romantis, dengan penerangan yang remang2 kami berdua menikmati makanan dan ngobrol2 santai seputar persiapan wedding. It’s a recommended place if you want to propose your girlfriend.
Tak berasa 1 jam lebih sudah berlalu, karena takut kemaleman akhirnya kami menyudahi acara malam itu. For us, It’s our first candle night dinner, finally after 5 year. I Love You..
Memberi, ketika dibutuhkan.
Waktu itu, ketika saya masih seorang sukarelawan  yang bekerja di sebuah rumah sakit, saya berkenalan dengan seorang gadis kecil  yang bernama Liz, seorang penderita satu penyakit serius yang sangat jarang.  Kesempatan sembuh, hanya ada pada adiknya, seorang pria kecil yang berumur 5  tahun, yang secara mujizat sembuh dari penyakit yang sama. Anak ini memiliki antibodi yang diperlukan untuk melawan penyakit itu. Dokter kemudian mencoba menerangkan situasi lengkap medikal tersebut ke anak kecil ini, dan bertanya apakah ia siap memberikan darahnya kepada kakak perempuannya. Saya melihat si  kecil itu ragu-ragu sebentar, sebelum mengambil nafas panjang dan berkata  ”Baiklah… Saya akan melakukan hal tersebut…. asalkan itu bisa menyelamatkan kakakku”.Mengikuti proses tranfusi darah, si kecil  ini berbaring di tempat tidur,di samping kakaknya. Wajah sang kakak mulai  memerah, tetapi wajah si kecil mulai pucat dan senyumnya menghilang. Si kecil  melihat ke dokter itu, dan bertanya dalam suara yang bergetar…katanya  ”Apakah saya akan langsung mati dokter… ?” Rupanya si kecil sedikit salah pengertian. Ia merasa, bahwa ia harus menyerahkan semua darahnya untuk  menyelamatkan jiwa kakaknya. Lihatlah… bukankah pengertian dan sikap adalah segalanya… .- Unknown source
Pasukan Bendera Kuning
“Pasukan Bendara Kuning”, Pasukan ini bukan bagian dari pasukan Guan Yu, Jenderal Besar di Era Three Kingdoms, bukan pula bagian dari Pasukan berkuda kerajaan Mongol, dibawah Khan Agung, Genghis Khan.
Ini adalah pasukan pembuka jalan bagi mobil jenasah yang akan lewat. Segerombolan pemuda yang melambai-lambaikan bendera kuning dengan mengendarai motor. Tujuan yang mulia dengan cara yang tidak simpatik.
Dengan cara mengedarai bak bedandalan, “Menggeber” motor, potong sana potong sini, memberhentikan kendaraan lain dengan semena-mena. Sayang sekali pasukan ini membuat ritual suci mengantar orang ke kehidupannya yang kekal dinodai dengan tindakan yang tidak terpuji. Ketika seharusnya orang lain menundukan kepala ikut mendoakan, menjadi melotot dan keluar sumpah serapah. Orang seharusnya dengan perasaan berduka memberi jalan untuk yang terakhir kalinya menjadi muak akibat tidakan yang tidak terpuji itu.
Seharusnya mereka lebih bijak, mengingat yang dikawal adalah keluarga yang sedang berduka. Bayangkan suatu kondisi dimana Pasukan ini dengan rapi, penuh simpatik membuka jalan.., memberhentikan mobil dengan sopan, lambaian bendera yang tidak arogan.. berapa banyak orang yang akan menundukan kepala mengantar kepergian seseorang yang mungkin tidak mereka kenal. Seandainya mereka sadar…
Tragedi Adam Air
Tragedi Pesawat Adam Air yang hilang pada 1 Januari 2007 telah membuat seorang nelayan bernama Bakri Mendadak terkenal, dan menjadi bahan berita dihampir semua stasiun televisi diseluruh Indonesia. Bahkan detik.com menurunkan berita yang menghebohkan “Bakri ‘Taklukan’ Mary Sears”. Sempat terlintas pertanyaan siapa Mary Sears.. Kalo anda jawab itu nama sebuah kapal anda tidak salah.. kalau anda bilang itu nama seorang Komandan Kapal anda juga tidak salah.
Jadi siapa atau apa Mary Sears?
Mary Sears adalah nama sebuah Oceanograpic Survey Ship milik US Navy. USNS MARY SEARS, mempunyai spesifikasi sebagai berikut :
| • Length: | 329 feet |
| • Beam: | 58 feet |
| • Draft: | 19 feet |
| • Displacement: | 3,019 long tons |
| • Speed: | 16.0 knots |
| • Civilian: | 26 mariners/27 sponsors |
| • Military: | 0 |
| • Owner/Operator: | Government-owned, Contractor-operated |
MARY SEARS, merupakan salah satu dari 6 kapal jenis pathfinder. Sebagai kapal Oseonografi, kapal ini melakukan survey kelautan. Kelengkapan peralatannya (Metal Detection dan Sattelite Imagery) yang membuat kapal ini diperbantukan untuk mendeteksi lautan yang diduga sebagai tempat jatuhnya pesawat Adam Air.
Nama Mary Sears (18 Juli 1905-1997) sendiri diambil dari nama seorang Commander di United States Navy, lahir dan dibesarkan di Wayland, Massachusetts, beliau adalah seorang pelopor oseanographer. Karirnya dalam dunia reaserch dimulai pada tahun 1932 sebagai planktonologist di Woods Hole Oceanographic Institution. Sedangkan karir militernya dimulai sejak 1943 dimulai dengan pangkat Lieutenant Junior.
- dari berbagai sumber
Website Wedding
Sudah beberapa bulan ini prepare untuk bikin website wedding kami. Setelah menimbang-nimbang akhirnya diputuskan untuk membuat sendiri, gak minta orang untuk buatin. Stop keluarin uang! dah over budget :D.
Dimulai dari beberapa bulan lalu saat kita memilih nama untuk dijadikan domain name. “iwuvya” itu domain name kami. Kalo mau tau kenapa jadi “iwuvya” ntar aja dicritain di website wedding.. ditunggu yach.. Oke Back to topic..
Persiapan untuk membuat web ternyata susah.. terutama karena diantara kami gak ada yang berprofesi sebagai web designer. Jadi sesuai dengan tema kami “Simple and Elegant” kami berencana membuat website yang simple. Duh.. udah berapa lama belum ada kemajuan.. baru pilih warna.. keluarin ide-ide mau seperti apa.. tapi belum diwujudkan. Rencananya baru mau mulai bikin template sabtu ini.
Tadinya pengen bikin Flash website, ternyata susah juga :D. Dasar orang gaptek, dicoba-coba beberapa kali ternyata cukup rumit dah butuh usaha lebih. Akhirnya diputuskan Non Flash. Nah masalah yang lain timbul bahasa pemrograman yang familiar cuman “kroni”-nya Microsoft, mau bikin under ASP .NET hosting nya mahal, mau bikin pake PHP gak gitu tau juga.. Yakkk… harus belajar PHP nich..
Untuk database nya hosting tempat kami “numpang” menyedikan beberapa pilihan MySQL, PosgreSQL dan beberapa database lain. again.. harus belajar database baru. Ya.. yang ini gak penting-penting banget lah.. paling cukup tau insert, update, delete.. toh.. gak lagi bangun enterprise application. Paling banter yang disimpen cuma guestbook.. kalo mau kaya CMS pilih aja Joomla! dan sejenis-nya :p. back to concept “Simple and Elegant”
Jadi banyak juga yang harus dipelajari :D. Oke Let’s start..!!





