Banjir hari ke-2
Sabtu, 2 February 2008
Sabtu pagi, daerah sekitar tempat tinggal ku masih banyak “genangan” air, bahkan saat aku mengantarkan Dona ke dokter, jalanan didepan praktek dokter masih tergenang lumayan tinggi. Tekanan darah dona drop sampai 90-60 mmHg, dia mengeluh pusing-pusing, seharusnya sejak hari kamis, aku mengantar dia ke dokter, tetapi kamis malam aku pulang malam, jumat malam-nya Jakarta banjir, jadi sabtu siang mau tidak mau kami ke dokter walaupun harus melalui “genangan” air.
Dijalanan banyak anak kecil bermain air, dan di beberapa titik tampak sekumpulang orang memancing atau menjala ikan, seakan mengalami dejavu, pemandangan yang hampir sama seperti 1 tahun yang lalu. Cuaca masih mendung, aku yakin semua orang berharap hujan tidak turun lagi, pasar dekat perumahan sudah terendam air, dan jika hari itu hujan lagi, air akan menggenangi perumahan.
Oh ya, sabtu itu seharusnya kami menghadiri pernikahan kocu, mohon maaf… kami tidak bisa datang. Ucapan selamat dari kami berdua, selamat menempuh hidup baru. Banjir oh Banjir kenapa engkau datang lagi
.
Menembus Banjir
Jumat sore, aku pulang dari kantor sekitar jam 5.45 dengan harapan semakin cepat pulang semakin cepat sampai rumah, setidaknya bisa sampai rumah sebelum tengah malam. Berdasarkan pengalaman banjir 1 tahun sebelumnya (baca : Banjir Jakarta 2007 - Perjalanan Pulang ) waktu yang ditempuh untuk sampai ke rumah bisa sampai 3 jam lebih, hari itu dengan nekad aku pulang juga. Karena Dona sakit, hari itu aku tidak menjemput dia ke Sunter, jadi keluar dari kantor aku langsung pulang ke rumah, itu juga alasan aku harus pulang.
Perjalanan dimulai dengan kondisi yang padat merayap padat meratap, nyaris tak bergerak, sedikit demi sedikit kondisi mulai berubah menjadi padat berharap. Motor bisa bergerak dengan sedikit leluasa, tetapi setiap kali mendekati perempatan kondisi jalan kembali ke padat meratap. Doww!! beberapa ruas jalan bisa dari padat berharap bisa berubah menjadi ramai lancar ramai langgar, kondisi yang lumayan lancar membuat orang menjadi maen serobot tak tentu arah, bak tikus dilepas dari kadangnya
.
Aku sampai daerah Mall Puri Indah (Jakarta Barat) sekitar jam 8 malam, artinya sudah 2 jam dijalanan (waktu normal yang biasa ditempuh sekitar 1 jam dari kantor ke rumah), dan disana macet total!. 30 menit motor sama sekali tidak bergerak, kondisi tersebut cukup melelahkan, ditambah kaki yang terus terendam air yang lumayan tinggi. 8.30 lewat akhirnya motor bisa bergerak, dengan teramat sangat merayap meratap, perjalanan dari Mall Puri Indah ke rumah ditempuh selama 1 jam dengan motor (bisanya tidak lebih dari 30 menit), tidak bisa dibayangkan waktu yang ditempuh mobil yang nyaris tidak bergerak.
Setelah keluar dari jalan utama, jalanan menuju perumahan benar-benar lancar, saat itu aku benar-benar lega, rasanya capai, dan dingin tiba-tiba hilang. Dijalan aku berhenti dan membeli 2 bungkus bakso, untuk makan malam aku dan dona (saat itu sekitar 9.30 malam), aku mengendarai motor dengan santai aku kira “masalah” sudah lewat 100 m dari penjual bakso, “kubangan” banjir menghadang, ya..ampun.. ternyata belum selesai juga perjalanan menembus banjir
. Dengan nekad, aku lajukan motorku menembus banjir, cuma berharap 1 hal, mesin jangan sampai mati!, kalau mati habis sudah hehehehehe…
Setelah lolos dari “jebakan” yang satu itu, aku harus menembus beberapa “jebakan” lagi untuk sampai ke depan rumah. Legaaa rasanya ketika Dona membukakan pintu, aku sudah sampai… Saat itu jam tangan ku menunjukan 9.50.
Jakarta Today
Jakarta hari ini benar- benar dingin, hujan sejak semalam, dan BANJIR!. Tidak percaya? coba baca detik.com dimana-mana banjir, dan aku berhasil capture Sidebar-ku “Jakarta Today”

cukup mengerikan yach? hihihihi.. suhu 23 derajat celcius, bisanya diatas 26 derajat celcius, T-Strom Wakkss!!, visibility cuma 5 km, dan lembab sekali (ya jelas lah ujan dari semalam
)
Jangan sampai kejadian tahun lalu terulang kembali, baca Banjir Jakarta 2007 : Perjalanan Pulang, kejadian tersebut terjadi di tanggal 2 February 2007, hari Jumat, setelah hujan menguyur semalaman. Hari ini tanggal 1 February 2008, hari Jumat, dan hujan telah menguyur semalaman. Fakta yang menakutkan!
Pakai Software Apa??
Teman-teman, aku sedang mencari software untuk mengarsipkan file-file yang berada di komputerku, mungkin semacam Software File Management. Sekarang ini komputerku berisi beraneka macam file yang jenisnya lumayan kompleks, dari Sample Source Code, Program, Project, Document Word, Tutorial, E-Book dan file-file lainnya. Saking banyak dan “amburadul”-nya, jika tiba-tiba saja ada file yang akan dicari butuh waktu lumayan lama untuk mencarinya. Software yang dicari sebisa mungkin yang free, Web ataupun Desktop gak masalah.
Tujuannya agar aku bisa organisasi file-file, dengan menyimpan nama file, disimpan dimana, versi, deskripsi singkat, oh ya dan yang terpenting bisa di cari berdasarkan criteria tertentu, jadi mudah kalau mau mencari kembali. Kesulitan yang sekarang ini sering terjadi adalah saat aku mencari contoh program (Source Code), karena kebanyakan source code yang ada biasanya berisi beberapa file, dan digabung menjadi satu dalam Zip, jadi jika Zip itu tidak dibuka, saya tidak tahu isi source code nya tentang apa, idealnya program tersebut bisa membantu dengan memberikan deskripsi pendek tentang isi file tersebut. Jadi saat mencari aku hanya membuka aplikasi tersebut, setelah ditemukan baru ambil di lokasi file disimpan.
Ada gak sih? Ada yang pernah pakai gak? Help.. Help..!!
Kalau tidak ada, berminat kita bikin program open source? hehehehe….
Kocu Nikah
Kemarin layar monitorku bergetar-getar beberapa saat kemudian hpku berbunyi, tertulis “Sahat-Adira”. Wah.. si kocu, ada apa yach? sempat bertanya-tanya juga soalnya dia jarang telpon hahahaha… Dari blog dia, aku tahu dia ada di Jakarta tapi tidak menduga dia akan telpon
. Ternyata dia akan mampir ke kantorku untuk mengantarkan undangan pernikahan dia.
Singkat kata aku turun ke lobi, telpon dia lagi dan dia sudah menunggu di parkiran. Sesampainya di tempat parkir aku mencari-cari sosok yang ada di bayanganku, tinggi, berambut nyaris gundul
dan sedikit tambun (Sesuai dengan namanya Sahat Tambunan
). Dicari dan dicari akhirnya ketemu juga tapi sudah jauh berbeda, kami bersalaman dan sama sama berkata beda. “ini okta??”, “ini Sahat??”, “wah beda.. !!” hahahahaha…. Sahat kelihatan lebih langsing dengan rambut yang gondrong, mengingat rambutnya yang dahulu
.
Dahulu?? hahahaha.. Cuma berberapa tahun yang lalu sih.. Si Sahat ini teman di dunia nyata dan maya, dia suka menggunakan nick name kocu, entah apa artinya
, kenal dia saat aku project di Adira Rental. Jadi setelah beberapa tahun kemudian phonebook-ku tetap menggunakan “Sahat-Adira” walaupun dia sudah tidak di Adira.
Selamat! Selamat!
image from : http://images.vtbear.com





